Beranda Gaya Hidup Ini Loh 7 Perubahan Wanita Setelah Menjadi Istri

Ini Loh 7 Perubahan Wanita Setelah Menjadi Istri

Ilustrasi - foto istimewa Vemale.com

Setelah mulai kehidupan berumah tangga, pasti banyak perubahan yang bakal kamu dan suami alami. Tentu, segala perbedaan itu menjadi salah satu proses buat kalian saling menyesuaikan diri, sekali lagi.

Bila dulu ketika pacaran masih banyak hal pribadi yang belum saling diketahui, saat sudah tinggal satu atap seperti saat ini, semua itu pasti akan ketahuan satu per satu.

Sebagai seorang istri, kamu juga akan merasakan beberapa perubahan, yang terjadi pasca menikah. Seperti tujuh di antaranya berikut.

Mungkin kamu belum menyadari sepenuhnya tapi hal semacam ini, nyatanya lumrah terjadi pada pasangan suami istri, kok.

1. Berani tampil apa adanya, gak ada lagi kata jaim dalam kamusmu

Ketika masih pacaran, kamu pasti menyembunyikan setidaknya satu-dua kebiasaan buruk darinya. Hayo, ngaku aja. Misalnya, ternyata kamu suka kentut sembarangan, atau ngupil di sembarang tempat. Demi untuk menjaga image baik di depan kekasihmu, dirimu rela menahan kentut dan hasrat ingin ngupil di depan dia.

Tapi, setelah kalian menikah dan tinggal serumah, kebiasaan itu gak bisa terus ditutupi. Pada akhirnya, bakal kebongkar juga. Tenang, percaya deh walau awalnya dia kaget atau reaksinya adalah ketawa sampai sakit perut, namun lama kelamaan bakal terbiasa dan kamu gak perlu merasa malu lagi untuk melakukannya di depan suamimu.

2. Lebih toleran pada suami, toh kamu juga sudah memiliki dia sepenuhnya

Sewaktu berpacaran dulu, kamu sering kesal kalau dia menghabiskan waktu di akhir pekan sama teman-temannya. Atau dirinya ternyata punya hobi yang menyita banyak waktu, dan memilih menekuni kegemarannya itu, daripada menemanimu nonton. Berbeda dengan sekarang, setelah sah menjadi suami istri, tanpa sadar rasa toleran-mu pun meningkat dengan sendirinya.

Ketika dia pulang telat, cukup memberimu kabar dan kamu pun dengan tenang memberinya izin. Toh, nanti juga dia bakal pulang ke rumah. Sebagai suami yang baik, tentu saja dia juga sudah tahu betul batasan, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dikerjakan.

3. Prioritasmu gak lagi hanya tentang dirimu, tapi juga membahagiakan suami serta anak-anak kalian, nanti

Wajar jika dahulu, ketika masih single kamu kerap menghabiskan sebagian besar gaji untuk kesenangan pribadi. Membeli sepatu, baju, traktir orangtua dan teman-teman. Akan tetapi, saat sudah berstatus istri, keinginan untuk berfoya-foya jadi berkurang. Ketimbang menghabiskan uang untuk keperluan diri sendiri, kamu lebih memilih menyisihkan sebagian penghasilan untuk menambah tabungan keluarga.

Dirimu juga gak segan buat membantu suami dalam masalah ekonomi. Walaupun tugas utama mencari nafkah adalah tanggung jawabnya, namun sebagai istri gak ada salahnya, kok sesekali membantu.

4. Dulu sih bangun pagi rasanya berat, tapi sekarang jarang keduluan ayam berkokok tuh

Bangun lebih awal bagimu yang dulu, rasanya sulit banget. Sampai harus mengandalkan alarm dan mama untuk membuatmu beranjak dari tempat tidur. Namun selepas menikah, kamu seperti punya niat kuat yang bisa membuatmu bangun pagi dengan sendirinya, bahkan saat ayam belum berkokok sekalipun.

Apalagi alasannya, kalau bukan ingin menyiapkan sarapan buat suami. Bisa menghidangkan teh, kopi dan nasi goreng buatanmu sebelum dia berangkat ke kantor, rasanya menyenangkan sekali.

5. Tadinya males banget kalau disuruh ke dapur, setelah menikah hampir tiap hari rajin masak buat suami

Ketika masih tinggal sama orangtua, kamu gak perlu repot-repot masak sendiri. Karena mama telah siap sedia, membuatkan lauk-pauk lezat setiap harinya. Berbeda dengan sekarang, apalagi kalau kalian tak memiliki asisten rumah tangga, mau gak mau kamu harus membiasakan diri ke dapur. Memang sih, bisa saja pesan makanan atau beli di luar. Tapi kalau tiap hari, jatuhnya pemborosan, lho.

Sebagai istri, kamu pasti merasa ingin sekali-kali coba membuat sesuatu buat suami tercinta. Jadi wajar, kalau tanpa sadar kamu sekarang rajin masuk ke dapur. History di ponselmu pun sekarang gak melulu soal baju dan makeup, tapi berubah jadi resep-resep masakan yang ingin kamu coba buat.

6. Me time dulu dihabiskan buat ke salon atau belanja, sekarang me time itu berarti menghabiskan waktu berdua bareng suami

Karena sama-sama sibuk bekerja, jadi waktu kalian untuk bertemu juga terbatas. Meskipun sudah tinggal satu atap, belum tentu bisaintens menghabiskan waktu yang berkualitas berdua saja. Makanya, saat ada kesempatan, itu jadi momen yang kamu tunggu-tunggu.

Kalau sewaktu single dulu, kamu sering menantikan untuk dapat me time di salon, atau belanja pakaian ke mall, sekarang me time gak hanya tentang dirimu, tapi bisa berduaan bersama suami jadi kesempatan yang dinanti.

7. Meski sesekali masih suka dimanja, tapi siapa sangka kamu bisa berubah jadi seorang wanita yang kuat, tegar dan bisa diandalkan sama pasangan

Tanyakan pada pasanganmu, apakah setelah menikah kamu masih bersikap manja padanya. Jawabannya pasti, iya. Tapi kalau kamu tanya lagi, apakah sikap manja tadi masih seperti saat pacaran dulu, jawaban dia tentunya, tidak. Sebagai seorang istri, otomatis kamu punya tanggung jawab juga. Meskipun bukan sebagai kepala keluarga, namun peranmu gak kalah pentingnya, lho. Contohnya, memberikan masukan, saran dan dukungan buat suami.

Tentu saja, itu akan dibarengi dengan tingkat kedewasaan yang meningkat. Sekarang, kamu gak hanya bermanja-manja padanya. Tetapi juga bisa menjadi sosok wanita yang dapat dia andalkan, kapan saja. Keren deh!

Meskipun kerap kali, dianggap tak memiliki beban tanggung jawab sebesar laki-laki, sebagai suami. Kenyataannya berkata, kalau wanita juga tidak bisa diremehkan. Peran sebagai istri, bisa sangat berpengaruh pada kebahagiaan sebuah keluarga,lho. Kalau kata orang bijak, di balik laki-laki hebat terdapat wanita yang tak kalah hebatnya. (Red)

Sumber : IDN Times