PANDEGLANG — Kepergian anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Partai Demokrat, Agus Bustomi, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Salah satu orang yang mendampingi Agus sepanjang hari adalah Erlan. Ia menemani Agus sejak pagi saat menjalani aktivitas di DPRD hingga mengantarkannya ke GOR Ciekek sebelum akhirnya meninggal dunia.
Erlan mengatakan kondisi Agus terlihat sehat sejak pagi. Agus juga tidak mengeluhkan kondisi kesehatan apa pun selama menjalani aktivitas.
“Saya yang menyupir dari pagi, kegiatan di DPRD sampai ke tempat GOR itu,” kata Erlan, Rabu (30/9/2026).
Menurut Erlan, Agus menjalani aktivitas seperti biasa. Sebelum menuju GOR Ciekek, Agus bahkan masih berkomunikasi dengan sejumlah rekan sesama anggota DPRD Pandeglang.
“Beliau sempat video call (VC) dengan Pak Dewan Farid Muhajirin dari Partai NasDem,” ujarnya.
Sempat Bermain Bulu Tangkis
Erlan meluruskan informasi yang menyebut Agus meninggal saat bermain bulu tangkis. Menurut dia, Agus memang sempat bermain, tetapi kondisinya baru menurun setelah berhenti dan beristirahat.
“Jadi ini bukan meninggal pas bermain bulu tangkis. Kalau riwayat jantung, kata keluarga tidak punya riwayat jantung,” katanya.
Setibanya di GOR, Agus terlebih dahulu menunaikan salat Magrib. Setelah itu, ia sempat bermain bulu tangkis sebentar.
“Alhamdulillah beliau sudah melaksanakan salat Magrib. Sesudah salat beliau lalu sempat main bulu tangkis sebentar,” tuturnya.
Tidak lama kemudian, Agus memilih beristirahat dan duduk. Saat itu, kondisinya tiba-tiba menurun hingga pingsan.
“Tak lama beliau istirahat duduk lalu pingsan dan sempat sadar sebentar,” ujar Erlan.
Saat sempat sadar, Agus masih mengucapkan sejumlah zikir dan doa. Erlan mengatakan Agus sempat membaca istigfar, syahadat, dan selawat.
“Lalu sempat membaca puji-pujian, istigfar, syahadat, selawat. Tidak lama beliau pingsan kembali,” katanya.
Melihat kondisi Agus, Erlan bersama orang-orang di lokasi segera membawanya ke Klinik Bougenville untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, setelah mendapat penanganan, dokter menyatakan Agus meninggal dunia. Erlan mengatakan Agus mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.15 WIB.
“Beliau dilarikan ke Klinik Bougenville dan mengembuskan napas terakhir pada pukul 19.15. Dinyatakan oleh dokter meninggal dunia,” ungkapnya.
Bagi Erlan, kepergian Agus terasa begitu mendadak. Sebab, sejak pagi hingga sebelum kejadian, Agus masih menjalani aktivitas seperti biasa tanpa menyampaikan keluhan kesehatan.
Berdasarkan keterangan keluarga, Agus juga tidak memiliki riwayat penyakit jantung.
“Kalau riwayat jantung, kata keluarga tidak punya riwayat jantung,” pungkasnya.
Penulis: Mg-Madani Prasetia
Editor: Wahyudin
