Beranda Pemerintahan Dari Honorer Hingga Walikota Cilegon, Edi Ariadi : Semuanya Mengalir Begitu Saja

Dari Honorer Hingga Walikota Cilegon, Edi Ariadi : Semuanya Mengalir Begitu Saja

2646
0
Walikota Cilegon, Edi Ariadi. (Foto : Gilang)

CILEGON – Rabu (20/2/2019) besok sejatinya akan menjadi waktu yang akan terus dikenang oleh Edi Ariadi. Di hari itu, perjalanan karir politik Edi akan berujung pada jabatan barunya sebagai Walikota Cilegon, melanjutkan sisa jabatannya sebagai Wakil Walikota setelah mendampingi Tb Iman Ariyadi sejak periode tahun 2010 silam.

Sebelum terjun ke panggung politik, Edi sudah malang melintang di dunia birokrasi sejak tahun 1981 dengan mengabdi sebagai seorang tenaga honorer di Pemkab Serang kala itu. Berbagai jabatan strategis di pemerintahan sempat ia rasakan, sebelum akhirnya dipercaya oleh mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafaat untuk jabatan sebagai Sekretaris Daerah Kota Cilegon mulai 2005 hingga 2010.

“(Perjalanan karir) biasa saja, semuanya mengalir begitu saja. Saat itu saya masih menjabat sebagai Sekda, dan Pak Aat meminta saya agar mendampingi Pak Iman, dan saya mengambil cuti, karena waktu itu aturannya masih memperbolehkan (ASN Calon Kepala Daerah) cuti,” kenang Edi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/2/2019).

Seluruh penitian karir pria kelahiran Serang 8 Juni 1956 ini dilaluinya begitu saja, hingga status sebagai PNS disandangnya sejak tahun 1986. Edi juga menuturkan, tak pernah dibayangkan bila karir politik yang ia jalani akan menghantarkan sebagai orang nomor satu di Kota Cilegon.

“Saya pikir sebagai orang ASN itu ngga usah begini begitu lah. Karena saya ngga pernah lho, datang ke si A atau datang ke siapa untuk meminta jabatan ini itu, semua dijalani saja,” imbuhnya.

Pilihan menjadi seorang ASN pasca menyelesaikan kuliah di jurusan Ilmu Sosial Politik di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung di tahun 1981, lanjut Edi, atas saran dari almarhum Muhammad Enoch seorang pensiunan pegawai negeri sipil dan Asitah, yang tak lain kedua orang tuanya. Berawal sebagai ASN di Kabupaten Serang itu, Edi turut terlibat dalam proses terbentuknya Kota Cilegon dari Kota Administratif dan efektif menduduki jabatan pertamanya sebagai Kepala Bappeda Kota Cilegon di tahun 1999.

“Dulu bahkan saya sempat melamar ke Kementerian PU saat itu, tapi orang tua saya menanyakan, mau apa saya cari kerja jauh-jauh, alasannya karena di Jakarta itu sudah banyak orang pintar. Orang tua saya bilang, di dieu mah, leutik geh macan. Artinya biarpun kecil, saya kecil juga macan, tandatangan saya laku kan sekarang? Alhamdulillah untungnya saran orang tua itu saya turuti,” selorohnya.

Menurut rencana, Edi akan dilantik sebagai Walikota Cilegon itu oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim di Pendopo Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) besok, setelah resmi menjabat sebagai Plt Walikota Cilegon sejak 25 September 2017 silam.

“Memang ada perubahan ya, dari Plt ke definitif, saya masih merasa biasa saja. Tapi untuk pola kerja, saya akan tetap fokus pada track di RPJMD, makanya saya ingin mengajak semuanya menganalisa, mana yang sudah dikerjakan dan mana yang belum. Nah yang belum itu lah yang harus kita selesaikan, karena masa efektifnya tinggal dua tahun lagi,” tandasnya. (dev/red)