Beranda Kesehatan Ini Ciri Obat Kadaluarsa yang Perlu Diketahui

Ini Ciri Obat Kadaluarsa yang Perlu Diketahui

Ilustrasi - foto istimewa liputan6.com

TANGERANG – Perbincangan mengenai obat kadaluarsa saat ini sedang hangat di Kota Tangerang. Usai seorang balita bernama Arkaan, warga Karang Tengah mengkonsumsi obat kadaluarsa dari Posyandu Bunga Kenanga.

Namun, saat ini kondisinya diketahui sudah sehat dan terus dalam pantauan serta penanganan jajaran Pemkot Tangerang.

Belajar dari kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni menjelaskan beberapa ciri obat kadaluarsa yang perlu diperhatikan. Pertama, yang perlu diamati ialah tanggal kadaluarsa pada kemasan obat. Tulisan Expired Date (ED) ada disetiap kemasan obat-obatan, inilah yang sama-sama harus diperhatikan.

“Apabila tanggal sulit teramati, bisa meminta kepada petugas kesehatan obat dengan tanggal expired yang lebih jelas terlihat. Jajaran Dinas Kesehatan khususnya pada lingkup Farmasi, akan diperkuat untuk lebih jeli dan teliti pada kelayakan obat yang beredar di dalam maupun di luar gedung pelayanan kesehatan. Begitu juga masyarakat, bisa memastikan lebih pasti kondisi kelayakan obat. Sehingga, semua sama-sama saling menjaga,” kata dr Dini dalam keterangannya.

Ia pun menjelaskan, selain expired date hal lain yang perlu diperhatikan ialah adanya timbul perubahan warna, bentuk dan apakah timbul bintik-bintik atau noda. Ketiga, timbul kerak pada mulut botol pada obat berbentuk cair.

“Selain itu perubahan warna, rasa dan bau juga terjadi pada obat berbentuk cair yang sudah kadaluarsa ataupun rusak. Keempat, timbul perubahan konsistensi obat, seperti tablet mudah hancur atau kapsul obat menjadi lengket seperti meleleh. Jika kadaluarsa juga timbul perubahan bau obat, seperti kurang sedap,” jelas dr Dini.

Sementara itu, dr Dini pun mengimbau masyarakat Kota Tangerang khususnya mereka yang memiliki balita dalam umur yang membutuhkan imunisasi, untuk tidak ragu mengikuti Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang sedang berlangsung di seluruh Posyandu lewat 37 Puskesmas di Kota Tangerang.

“Kami harap, masyarakat juga tidak ragu memilih pelayanan Puskesmas. Pastinya, Pemkot Tangerang akan terus memaksimalkan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat Kota Tangerang, baik di posyandu, puskesmas maupun ditingkat Rumah Sakit (RS),” katanya.

(Ril/Red)