Beranda Pilkada Serentak 2020 Ini Besaran Dana Awal Kampanye Paslon Pilkada Cilegon

Ini Besaran Dana Awal Kampanye Paslon Pilkada Cilegon

Nomor Urut Pasangan Calon Pilkada Cilegon 2020

CILEGON – Empat Pasangan Calon (Paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sudah menyetorkan dana awal kampanye ke rekening khusus.

Diketahui Laporan Dana Awal Kampanye Paslon Nomor Urut 1, Ali Mujahidin-Firman Mutakin sekitar Rp500.000.000, Paslon Nomor Urut 2, Ratu Ati Marliati-Sokhidin Rp1.000.000, Paslon Nomor Urut 3, Iye Iman Rohiman-Awab Rp5.000.000 dan Paslon Nomor Urut 4, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta Rp500.000.

Kepala Divisi Pencalonan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, Eli Jumaeli mengatakan semua kegiatan kampanye harus dilaporkan termasuk pelaporan dana kampanye. Menurut Eli pelaporan dana kampanye Pilkada kali ini tidak jauh berbeda dengan Pileg dan Pilpres 2019 lalu.

“Apapun itu bentuk kampanyenya harus dilaporkan, nanti ada tim audit independen, yang audit kan bukan KPU, tapi nanti KPU menunjuk Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan dana kampanye yang disampaikan peserta Pilkada, jadi kewajiban KPU hanya menyampaikan saja ke peserta Pemilu bahwa dalam masa kampanye ini harus dilaporkan terkait dengan dana kampanye yang digunakan pada masa kampanye, tentu kampanye yang diatur oleh PKPU,” ujar Eli, Selasa (29/9/2020).

Eli menjelaskan saat Pandemi Covid-19 ini tidak boleh lagi ada kampanye yang mengumpulkan massa seperti rapat umum, arak-arakan, festival musik dan sebagainya.

“Itu kan tidak boleh dilakukan dan tentu tidak ada juga laporan dana kampanyenya, berarti nanti yang dilaporkan adalah rapat terbatas bukan tatap muka, pembuatan bahan kampanye, membuat poster, pamflet, membuat mug dan lain sebagainya, tapi nanti akan kita batasi jumlahnya,” terangnya.

Untuk sementara ini pihaknya belum memutuskan berapa maksimal dana kampanye Paslon pada Pilkada Cilegon 2020. Sebab, saat ini pihaknya tengah melakukan pembahasan.

“Nanti ada SK-nya, SK inilah nanti yang menjadi dasar juga untuk Bawaslu untuk mengawasi terkait kampanye Paslon. Pada dana kampanye juga harus tercantum jelas penyumbang dana kampanyenya, baik itu dari pribadi, perusahaan atau kelompok,” imbuhnya.

(Man/Red)