TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil menjaga stabilitas perekonomian pasca Lebaran dengan menurunkan indeks inflasi hingga menyentuh 3,01 persen.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menuturkan penurunan indeks inflasi tersebut menempatkan Kota Tangerang sebagai daerah dengan angka inflasi terendah di Provinsi Banten.
Indeks inflasi Kota Tangerang tercatat turun hingga 3,01 persen, berada di bawah rata-rata inflasi Provinsi Banten.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang, penurunan indeks inflasi ini menjadikannya yang terendah pada periode Triwulan I 2026, dengan rincian Januari sebesar 3,52 persen, Februari 4,64 persen, dan Maret 3,01 persen.
“Kami berhasil menurunkan angka inflasi selepas momentum Lebaran ini, setelah bulan sebelumnya mengalami lonjakan di tengah Ramadan sebesar 4,64 persen (year to year) atau 0,64 persen (month to month). Bulan ini, indeks inflasi mengalami penurunan positif menjadi 3,55 persen (year to year) atau 0,36 persen (month to month), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,86,” ujar Ruta, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, penyumbang inflasi bulan ini didominasi sejumlah komoditas, antara lain tarif listrik sebesar 1,07 persen, emas perhiasan 0,58 persen, serta transportasi AKAP (antar kota antar provinsi) sebesar 0,09 persen.
Selain itu, komoditas pangan yang mengalami peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri turut menjadi penyumbang inflasi, seperti bayam sebesar 0,13 persen, daging ayam ras 0,11 persen, dan kangkung 0,08 persen.
Pemkot Tangerang juga terus berkomitmen menjaga stabilitas serta tren penurunan inflasi dengan mendorong stimulus ekonomi di tengah masyarakat. Distribusi komoditas pokok pun dipastikan berjalan lancar guna menekan potensi lonjakan harga pasca Lebaran.
“Setelah Lebaran, kami langsung tancap gas untuk memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap stabil di pasaran. Hal ini penting di tengah potensi lonjakan permintaan yang masih tinggi,” pungkasnya.
Tim Redaksi
