
KAB. SERANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang menunda pelaksanaan Naker Fest Kabupaten Serang 2026. Salah satu pertimbangan belum redanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Diketahui, kegiatan Naker Fest Kabupaten Serang dijadwalkan berlangsung pada Rabu–Kamis, 9–10 September 2026 di Grand Ballroom Hotel Marbella, Anyer.
Erupsi GAK yang terjadi, Jumat (4/9/2026), hingga, Sabtu (5/9/2026), menyebabkan sebaran abu vulkanik yang dapat emnyebabkan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, membenarkan jika kegiataj tersebut ditunda karena aktivitas GAK.
“Dipending (ditunda, red) dulu. Aktivitas GAK belum mereda,” kata Diana, Jumat (11/9/2026).
Diana mengaku, pihaknya belum menetapkan jadwal baru untuk kegiatan tersebut.
“Nanti saya infokan ke teman-teman (wartawan) kakau sudah ada jadwalnya,” kata Diana.
Sementara, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, hasil pemantauan pada 10–11 September menunjukkan kegempaan vulkanik dalam cenderung meningkat. Sementara kegempaan vulkanik dangkal cenderung menurun.
BMKG melalui citra satelit Himawari-9 pada Jumat pukul 07.00 WIB tidak mendeteksi sebaran debu vulkanik. Namun, kondisi itu belum membuat pemerintah mengendurkan kewaspadaan karena pola sebaran abu dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin.
Sebelumnya, abu vulkanik GAK sempat berdampak pada 29 kecamatan di Kabupaten Serang. Saat ini, BPBD memprioritaskan pemantauan di wilayah Anyer dan Cinangka.
BPBD bersama Pusdalops terus memantau aktivitas gunung dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Pemerintah juga mendistribusikan masker ke wilayah terdampak.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang memasang alat pemantau debu vulkanik di Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka.
Pemkab Serang meminta masyarakat menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah ketika abu vulkanik meningkat, serta mengikuti informasi resmi PVMBG/Badan Geologi, BMKG dan BPBD.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah