Beranda Peristiwa Ikan Dugong Ditemukan Mati Terdampar di Pesisir Pantai Carita, Pandeglang

Ikan Dugong Ditemukan Mati Terdampar di Pesisir Pantai Carita, Pandeglang

Tim Respon Cepat Satuan Pelayanan DKI Jakarta bersama warga mengubur bangkai dugong yang terdampar di pesisir Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang.

PANDEGLANG – Seekor mamalia laut jenis dugong ditemukan mati terdampar di pesisir Pantai Kampung Mataram, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, bangkai dugong tersebut langsung dikuburkan di sekitar lokasi penemuan.

Ketua Tim Kerja Perlindungan dan Pelestarian LPSPL Serang, Fitrian Dwi Cahyo, mengatakan laporan awal terkait temuan hewan laut dilindungi tersebut diterima dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak melalui Satuan Pelayanan DKI Jakarta. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Respon Cepat segera diterjunkan ke lokasi.

“Setibanya di lokasi, Tim Respon Cepat langsung melakukan identifikasi, pengukuran morfometrik, pendokumentasian, serta pencatatan ciri-ciri khusus terhadap satu ekor mamalia laut yang terdampar. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa hewan tersebut merupakan duyung atau dugong,” ujar Fitrian, yang akrab disapa Pitro, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, dugong tersebut memiliki panjang total sekitar 140 sentimeter dan termasuk dalam kelompok usia anak. Kondisi bangkai dikategorikan sebagai terdampar kode 3, yakni dalam keadaan mati dan telah mengalami pembusukan.

“Karena dugong merupakan mamalia laut yang dilindungi penuh dan dilarang untuk dimanfaatkan, maka bangkai segera dikuburkan di sekitar pantai lokasi terdampar,” katanya.

Terkait penyebab kematian, Pitro menyebutkan belum dapat dipastikan. Dugong dengan kategori terdampar kode 3 diperkirakan telah mati lebih dari tujuh hari di laut lepas.

“Faktor kematian bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti penyakit, cuaca ekstrem, atau gangguan seismik. Namun, karena kondisinya sudah membusuk, penyebab pastinya belum bisa ditentukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi pembusukan yang cukup parah juga membuat petugas tidak dapat mengidentifikasi jenis kelamin hewan tersebut.

“Umurnya masih anak, namun jenis kelamin tidak bisa diketahui karena bagian anus dan organ kelamin sudah rusak akibat pembusukan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kabupaten Pandeglang Kembali Digegerkan Aliran Diduga Menyimpang

Penulis: Memed
Editor: Usman Temposo