Beranda Gaya Hidup Ide-ide Brilian Justru Selalu Muncul dari Kamar Mandi? Begini Kata Ahli!

Ide-ide Brilian Justru Selalu Muncul dari Kamar Mandi? Begini Kata Ahli!

73
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Pernah gak tiba-tiba mules di pagi hari, buang air besar, dan selama itu pula kamu menemukan solusi untuk permasalahanmu? Kamu pasti pernah mengalaminya!

Faktanya, tidak sedikit lho orang-orang yang mendapat ide briliannya setelah pergi ke kamar mandi. Meskipun unik, namun para ahli punya penjelasannya sendiri mengenai hal ini. Yuk, simak seperti lansiran IDN Times ini.

1. Menurut sebuah penelitian, 72% orang mendapatkan ide terbaiknya dari aktivitas mandiri

loading...

Angka ini tentunya bukan angka yang minim. Kelihatannya kegiatan seperti bersabun, menggosok tubuh, dan bersampo adalah sebuah rutinitas harian. Tidak ada yang spesial dengan hal tersebut. Namun kegiatan kecil tersebut justru diakui para ahli dapat memicu ide-ide kreatifmu. Berendam dalam air hangat sendiri, faktanya adalah kegiatan yang memberikan kamu pikiran yang semakin berkembang dan kreatif.

2. Menurut Leo Widrich, campuran antara kebahagiaan, relaksasi dan distraksi ringan saat mandi akan membantu otak kita semakin kreatif

Leo Widrich (Co-founder dan COO pada Buffer) menegaskan bahwa perpaduan antara perasaan senang, rileks, dan distraksi ringan dapat mengusik ide kreatif dari alam bawah sadar otakmu.

Selama kita mandi, tentunya kita tidak hanya fokus bersabun atau bersampo saja. Kadang-kadang, muncul pikiran-pikiran tertentu yang mendistraksi kegiatan mandi. Distraksi inilah yang dapat membantu kita melepaskan diri dari dunia luar. Beban yang selama ini dirasakan, juga menghilang. Akhirnya, kita bisa menempatkan diri kita sendiri untuk berpikir jernih dalam suasana lebih hening. Muncullah solusi dari permasalahan-permasalahan kita.

3. Hal senada juga disampaikan oleh Alice Flaherty, Shelley H. Carson dan Jonah Lehrer

Menurut mereka, otak melepaskan gelombang bahagia sewaktu mandi. Dari penelitian yang dilakukan oleh neuroscientist Alice Flahert, psikolog Shelley H. Carson, dan penulis saisn Yunus Lehrer, Widrich mengambil kesimpulan jika selama mandi santai, otak melepaskan gelombang bahagia. Gelombang ini disebut neurohormon dopamin. Gelombang ini memungkinkan tubuh dan otakmu lebih rileks.

4. Widrich menambahkan, ketika mandi semakin banyak ide kreatif yang alam bawah sadar keluarkan

Maka, semakin bermunculanlah pemikiran solutif saat ritual mandi dilakukan. Psikolog kognitif Scott Barry Kaufman mendukung adanya teori mandi. Studi yang dilakukannya pada tahun 2014 menyatakan, lingkungan kamar mandi sangat kondusif untuk ide-ide kreatif.

Lingkungan kamar mandi yang santai, soliter, dan tidak menghakimi memungkinkan kamu berpikir kreatif. Dengan itu, kamu bisa berpikir lebih liar dan bebas. Ini menyebabkan seseorang jadi lebih terbuka pada alam bawah sadar sekaligus imajinasi atau lamunan mereka. (Red)