Beranda Advertorial Ibu Muda di Lebak Bisa Melahirkan Tenang Berkat JKN, Tak Lagi Cemas...

Ibu Muda di Lebak Bisa Melahirkan Tenang Berkat JKN, Tak Lagi Cemas Biaya

Petugas BPJS Kesehatan menjenguk Siti Magfiroh (21), Pasien BPJS Kesehatan di RS Kartini, Kabupaten Lebak, Banten. (Istinewa)

SERANG — Kehamilan pertama sempat membuat Siti Magfiroh, 21 tahun, cemas. Ibu rumah tangga itu khawatir biaya pemeriksaan kehamilan hingga persalinan akan membebani keluarganya.

Kekhawatiran Siti mereda setelah ia memastikan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif. Sejak kecil, orang tuanya telah mendaftarkan Siti sebagai peserta PBI.

“Awalnya saya cemas dan khawatir, takut status kepesertaan BPJS tidak aktif. Ternyata setelah dicek masih aktif sebagai PBI. Alhamdulillah saya lega,” ujar Siti, Selasa (15/9/2026).

Selama kehamilan, Siti memanfaatkan JKN untuk menjalani pemeriksaan rutin, termasuk kontrol dan ultrasonografi (USG). Saat melahirkan anak pertamanya, ia kembali menggunakan layanan JKN.

“Kalau dihitung, biaya cek kehamilan sampai persalinan cukup besar. Alhamdulillah karena BPJS dibayarkan pemerintah, saya jadi lebih tenang,” katanya.

Siti mengaku manfaat JKN juga membantu keluarganya ketika membutuhkan layanan kesehatan. Ia menilai kepesertaan aktif memberikan perlindungan saat anggota keluarga jatuh sakit.

“Manfaatnya luar biasa. Saya dan keluarga sering merasakan manfaatnya ketika sakit. Semua biayanya tertolong oleh BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Selain manfaat pembiayaan, Siti mengapresiasi pelayanan yang ia terima di fasilitas kesehatan. Menurutnya, petugas tetap memberikan pelayanan ramah tanpa membedakan pasien berdasarkan status kepesertaan.

“Selama berobat pakai BPJS Kesehatan tidak ada pengalaman buruk. Pelayanannya baik, ramah dan tidak ada beda-beda pelayanan,” tuturnya.

Siti juga mengajak peserta JKN rutin membayar iuran. Ia menilai semangat gotong royong dalam program tersebut turut membantu keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Saya berterima kasih kepada para peserta yang aktif dan rutin iuran. Iuran kalian sangat berarti bagi saya dan keluarga yang terbantu dengan program BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Cash Manager Rawat Inap Rumah Sakit Kartini, Suhartini, memastikan rumah sakit memberikan pelayanan berdasarkan kondisi dan kebutuhan medis pasien, bukan status kepesertaan.

Baca Juga :  Ini Upaya Pemkab Serang Tingkatkan Produksi Pertanian

“Alhamdulillah kami tidak membeda-bedakan. Semuanya kami tangani sesuai dengan tingkat kegawatdaruratan pasien dan pelayanan yang kami berikan,” kata Suhartini.

Menurutnya, sebagian besar pasien Rumah Sakit Kartini berasal dari Kabupaten Lebak. Banyak di antara mereka merupakan peserta PBI JKN.

Suhartini menyebut biaya persalinan kelas III secara umum dapat mencapai Rp14 juta hingga Rp18 juta. Karena itu, kepesertaan JKN aktif membantu masyarakat mengakses layanan persalinan tanpa harus menanggung seluruh biaya secara mandiri.

Rumah sakit juga menemukan pasien dengan status PBI tidak aktif. Dalam kondisi tersebut, pihak rumah sakit mengarahkan keluarga pasien mengikuti proses pengaktifan kembali sesuai mekanisme yang berlaku.

Suhartini berharap program JKN terus berkembang dan semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan di Rumah Sakit Kartini.

Bagi Siti, kepesertaan JKN aktif kini memberikan rasa aman ketika ia atau keluarganya membutuhkan pengobatan.

“Kalau sudah memiliki BPJS dan aktif, jadi enak dan lega. Kalau mau berobat tidak terlalu khawatir keluar biaya,” ucapnya.

Advertorial