Beranda Advertorial Ini Upaya Pemkab Serang Tingkatkan Produksi Pertanian

Ini Upaya Pemkab Serang Tingkatkan Produksi Pertanian

164
0
Kabid Irigasi DPUPR Kabupaten Serang Nurlelah. (Ist)

SERANG – Komisi Irigasi merupakan lembaga penyambung lidah petani terhadap pemerintah. Peran pemanfaatan dan pengaturan sistem pengairan, menjadi tombak utama dalam menentukan pertumbuhan bidang pertanian.

Pembentukan Komisi Irigasi adalah implementasi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Nomor 17/PRT/M/2015 untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.

Kabid Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang Nurlelah mengatakan, tujuan utama dibentuknya Komisi Irigasi adalah untuk meningkatkan produksi pangan dalam bidang pertanian.

Salah satu pengerjaan proyek irigasi di Kabupaten Serang. (Ist)

Komisi Irigasi yang dikukuhkan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah pada 1 Juli 2019 silam tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Serang. Sehingga hal itu dapat membawa kesejahteraan bagi petani.

“Harapannya pengelolaan irigasi di Kabupaten Serang semakin mantap bisa membantu petani. Ingin membantu produksi pertanian dan kesejahteraan petani,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/1/2020).

Ia menyebutkan, Komisi Irigasi berperan penting bagi keberlangsungan masyarakat Kabupaten Serang yang notabene adalah petani.

Mengingat, anggota dari lembaga tersebut penggabungan dari Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) para ahli pertanian dan pegawai pemerintah.

Salah satu fungsi Komisi Irigasi, sebagai komunikator antara petani dengan pemerintah tentang kebutuhan irigasi atau air untuk pertanian. Di sisi lain, komisi ini akan menjadi sumber informasi masa tanam untuk para petani.

“Hubungan antara pemerintah dan petani lebih nyambung. Lebih teredukasi para petani. Jadi kalau ada keluhan dari petani bisa disampaikan langsung melalui sidang bersama Komisi irigasi,” terangnya.

Pada tahun ini, kata Nurlelah, Komisi Irigasi akan membuka pelatihan untuk kelompok petani agar berinovasi meningkatkan produksi hasil tani.

Selain itu, mereka juga akan turun langsung ke lapangan untuk memetakan irigasi. Mengingat, masih ada ditemukan masyarakat yang nakal terutama di bagian hulu yang memanfaatkan irigasi untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

“Kalau dulu itu prioritas ke rehab, dengan adanya komisi ini ada pemberdayaan petani agar banyak belajar memelihara irigasi dan pengajuan bantuan kepada Pemerintah,” jelasnya.

Bahkan, ia mengaku akan menggelar perlombaan antar kelompok petani dalam waktu tertentu. Hal ini dilakukan, agar pengetahuan masyarakat dalam bidang pertanian lebih kreatif.

“Tahun ini akan terjun ke lapangan. Kami akan coba mengadakan pelatihan dan lomba antar kelompok petani,” tuturnya. (Advertorial)