
KAB. SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memaparkan sejumlah capaian pembangunan saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Kabupaten Serang, Kamis (8/10/2026).
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menyebut, program di sektor pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, ketenagakerjaan, lingkungan, dan infrastruktur terus berjalan.
Namun, sejumlah indikator pembangunan masih menyisakan pekerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Serang pada 2025 mencapai 8,73 persen, meski turun 0,45 poin. Angka kemiskinan juga turun 0,03 poin menjadi 4,48 persen.
Menurut Zakiyah, peringatan lima abad Kabupaten Serang harus menjadi momentum untuk melanjutkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Lima abad bukan sekadar angka dan bukan pula seremoni semata. Lima abad adalah perjalanan panjang yang di dalamnya tersimpan keteguhan, pengorbanan, karya, doa, dan keteladanan,” kata Zakiyah.
Zakiyah mengatakan, tema tersebut menekankan pentingnya akses pendidikan bermutu, layanan kesehatan yang aman, perlindungan bagi keluarga miskin, serta kesempatan kerja bagi pemuda.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Fokus
Di sektor kesehatan, Pemkab Serang mencatat pelayanan Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 559.770 orang. Pemkab juga merehabilitasi empat puskesmas, membangun satu puskesmas, serta menjalankan pendampingan ibu hamil, penguatan gizi, dan penanganan stunting.
Di bidang pendidikan, Pemkab memberikan beasiswa kepada 1.866 siswa SD dan 1.228 siswa SMP. Program beasiswa juga menjangkau 253 guru. Selain itu, pemerintah daerah menaikkan insentif bagi 20.445 guru madrasah dan guru ngaji sebesar 50 persen.
Pemkab turut merevitalisasi sekolah, menggelar pelatihan baca tulis Al-Qur’an, dan menyusun kurikulum muatan lokal untuk memperkuat pendidikan keagamaan.
Tangani Ribuan Rumah dan Perluas Peluang Kerja
Dalam upaya mengurangi kemiskinan, Pemkab Serang menyalurkan bantuan usaha ekonomi produktif sebesar Rp2,5 juta kepada masing-masing penerima. Program tersebut menjangkau 1.396 warga. Pemkab juga memberikan 30 paket Kelompok Usaha Bersama (KUBE) senilai Rp15 juta per kelompok.
Zakiyah menyebut, Pemkab menangani 457 rumah tidak layak huni pada 2025 dan menargetkan penanganan 2.400 rumah pada 2026.
Pemkab juga memberikan sertifikasi keterampilan kepada 1.529 warga serta memfasilitasi layanan pencari kerja dan penempatan tenaga kerja bagi 10.219 orang melalui bursa kerja dan pameran lowongan kerja.
Di sektor ekonomi desa, Pemkab memperkuat Koperasi Desa Merah Putih melalui pelatihan bagi 813 pelaku usaha mikro serta 652 pengurus dan pengawas koperasi di 326 desa.
Sementara itu, program pesisir dan Kampung Nelayan Merah Putih mencakup dukungan bagi 55 kelompok nelayan, pelatihan budi daya ikan untuk 430 warga, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 200 nelayan rentan.
Bangun Jalan dan Perkuat Pengelolaan Sampah
Di sektor lingkungan, Pemkab membentuk 24 bank sampah baru dan satu bank sampah induk. Pemerintah daerah juga menambah sembilan armada arm roll pengangkut sampah dan 64 kontainer, menjajaki pengembangan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), serta menata kawasan kumuh seluas 10,06 hektare.
Untuk infrastruktur, Pemkab merekonstruksi dan merehabilitasi jalan kabupaten sepanjang 68 kilometer serta memperbaiki 13 jembatan.
Pemkab juga menata ruang terbuka publik di sejumlah kecamatan, memasang 555 titik penerangan jalan umum baru di enam ruas jalan, memperluas program penerangan jalan ke 20 kecamatan, dan memelihara 1.025 unit lampu jalan.
“Kami terus mengoptimalkan koordinasi dan sinergi dengan berbagai kementerian di pusat. Upaya ini dilakukan untuk membuka peluang dukungan pendanaan bagi program dan kegiatan di Kabupaten Serang,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan harus menjangkau seluruh desa dan masyarakat, tanpa terkecuali.
Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum mengingatkan, peringatan lima abad tidak cukup hanya menjadi perayaan usia daerah. Momentum tersebut, menurut dia, harus mendorong evaluasi terhadap program pemerintah dan dampaknya bagi masyarakat.
“Momentum itu adalah momentum untuk merefleksikan dan mengevaluasi apa yang pernah dicapai pada masa lalu, apa yang sudah dilakukan oleh kepemimpinan pemerintahan hari ini, dan apa yang harus dilakukan ke depan dalam rangka merespons aspirasi dan harapan masyarakat Kabupaten Serang,” kata Ulum.
Ia mengatakan, DPRD menjalankan fungsi pengawasan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga penganggaran. DPRD akan mempertahankan dan meningkatkan program yang memberi dampak positif, sekaligus mengevaluasi program yang tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.
Ulum juga menegaskan setiap rupiah dalam APBD harus memiliki pertanggungjawaban dan memberi manfaat bagi kepentingan publik.
“Dalam proses pembahasan badan anggaran, anggaran-anggaran itu satu rupiah pun harus dipertanggungjawabkan dan itu harus berdampak positif terhadap kepentingan publik,” ujarnya.
Advertorial