
SERANG – Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tim SAR BPBD Kabupaten Serang melakukan penanganan serta assessment banjir di sejumlah wilayah terdampak akibat curah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, Minggu (11/1/2026).
Banjir dilaporkan terjadi di enam titik lokasi, yakni Kampung Polokiong dan Kampung Siliwung, Desa Baros, Kecamatan Baros; Kampung Cileweng, Desa Kaduberum, Kecamatan Pabuaran; Kampung Ciherang Belimbing, Desa Ciherang, Kecamatan Gunung Sari; Kampung Kajaroan, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka; serta Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang.
Berdasarkan hasil assessment di lapangan, banjir dipicu oleh tersumbatnya aliran drainase, Daerah Aliran Sungai (DAS), serta sungai akibat tingginya intensitas hujan. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap dan menggenangi rumah serta ruko milik warga.
Plt Kepala BPBD Kota Cilegon, Ajat Sudrajat, mengatakan bahwa tim gabungan BPBD Kabupaten Serang langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat, pendataan dampak, serta memastikan keselamatan warga.
“Tim TRC dan SAR sudah melakukan assessment di seluruh lokasi terdampak. Secara umum kondisi air mulai berangsur surut, namun petugas tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan,” ujar Ajat Sudrajat.
Ia merinci, situasi terkini di masing-masing lokasi bervariasi. Di Kampung Polokiong, tinggi muka air (TMA) terpantau sekitar 20 hingga 30 sentimeter. Sementara di Kampung Siliwung, TMA berada di kisaran 10 hingga 15 sentimeter. Adapun di Kampung Cileweng, kondisi dilaporkan sudah kembali kondusif.
“Untuk Kampung Ciherang Belimbing, genangan air berada di luar rumah warga dengan ketinggian sekitar 5 sampai 15 sentimeter. Di Kampung Kajaroan, genangan di luar rumah mencapai 35 hingga 70 sentimeter, dan di Kampung Sukamaju berkisar 30 hingga 35 sentimeter,” jelasnya.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya. Koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan juga terus dilakukan guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.
Tim Redaksi