LEBAK – Himpunan Mahasiswa Cibadak (Himacida) mengkritik keras kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita yang didistribusikan dapur SPPG Al-Furqon Pasir Garu, Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.
Mereka menilai, menu yang dibagikan tidak memenuhi standar gizi, bahkan sebagian tidak layak konsumsi.
Keluhan mencuat setelah warga penerima manfaat menemukan menu MBG berisi nasi, irisan telur dadar, dan susu yang dinilai minim kualitas untuk kebutuhan balita.
Lebih parah, dalam pembagian menu lain, warga menerima daging ayam dan ikan lele yang sudah berbau busuk.
Aktivis Himacida, Saepul Rahman mengatakan, pihaknya sejak awal telah membuka posko pengaduan menyusul banyaknya laporan dari masyarakat terkait kualitas makanan dari dapur SPPG Al-Furqon.
“Sejak dapur ini beroperasi, kami sudah menerima sejumlah keluhan dari warga soal kelayakan menu MBG. Ini bukan kejadian sekali,” kata Rahman, Jumat (10/4/2026).
Puncak kekecewaan terjadi pada Kamis (9/4/2026) kemarin, saat puluhan warga menerima paket MBG untuk balita yang dinilai tidak layak.
Selain menu sederhana, warga juga mendapatkan menu rapel berupa tempe, daging ayam, dan ikan lele dalam kondisi bau.
Tak terima, puluhan penerima manfaat langsung mendatangi dapur SPPG Al-Furqon untuk mengembalikan makanan tersebut.
“Warga menolak dan mengembalikan makanan karena kondisinya sudah tidak layak dikonsumsi, apalagi untuk balita,” tegasnya.
Himacida memastikan akan terus mengawal persoalan ini dan melakukan pengecekan langsung terhadap kelayakan dapur SPPG. Jika terbukti tidak memenuhi standar, mereka mendesak penghentian operasional sementara.
“Kalau memang tidak layak, kami minta dapur itu dihentikan sementara sampai ada perbaikan menyeluruh,” ujarnya.
Rahman juga mendesak penyelenggara program MBG segera melakukan evaluasi. Ia menilai distribusi makanan tidak layak justru membuang anggaran negara dan mencederai tujuan program.
“Program MBG ini bagian dari program Presiden. Seharusnya tidak hanya soal gizi di atas kertas, tapi juga menjamin kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi,” katanya.
Sebelumnya, warga penerima manfaat di Cibadak mengeluhkan menu MBG dari dapur SPPG Al-Furqon yang berisi nasi, telur dadar iris, dan susu. Keluhan memuncak setelah ditemukan menu tambahan berupa daging ayam dan ikan lele yang sudah berbau busuk.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
