PANDEGLANG – Pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak saat meliput di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) belum menemukan tanda keberadaan mereka. Helikopter yang dikerahkan pada hari ketiga pencarian terkendala jarak pandang.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan helikopter sempat memasuki wilayah perairan sekitar GAK. Namun, kondisi di sekitar lokasi membuat pengamatan dari udara tidak maksimal.
“Kalau kita lihat memang judulnya asap, tapi asap ini masih memungkinkan adanya karena asap kebakaran atau misalkan dari asap vulkanik, khusus yang ada di ketinggian 1.500 ke bawah,” kata Syafii dalam konferensi pers di Posko SAR Carita, Kamis (10/9/2026).
Syafii mengatakan turut memantau pencarian dari udara hari ini. Dari pengamatan tersebut, dia belum melihat tanda-tanda keberadaan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang sejak Senin, 7 September 2026.
“Kalau saya pribadi dengan pesawat tadi memang belum melihat (para jurnalis dan kru). Tapi hasil operasi hari ini tentunya dari laporan enam sektor yang ada di lapangan dan itu nanti akan dilaporkan ke posko gabungan ini,” ujarnya.
Pencarian melalui jalur laut pada hari ketiga diperluas menjadi enam sektor. Pada hari pertama, tim menyisir tiga sektor dan diperluas menjadi lima sektor pada hari kedua.
Sebanyak 11 kapal dikerahkan untuk operasi pencarian hari ini. Kapal tersebut terdiri atas kapal perang TNI Angkatan Laut, kapal kepolisian, kapal Basarnas, dan kapal dari potensi SAR lainnya.
Lebih dari 300 personel terlibat dalam operasi tersebut, baik di lapangan maupun di posko pencarian.
“Karena itu, saya yakinkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus untuk berupaya segera menemukan korban dan bisa kita evakuasi dalam kondisi selamat,” kata Syafii.
Operasi pencarian dikoordinasikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator (SMC). Operasi juga melibatkan Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung.
Lima jurnalis yang hilang yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal, jurnalis lepas.
Mereka berangkat bersama tiga kru speedboat Arupadhatu 1, yakni Warta, 55 tahun, sebagai kapten; Surakman, 60 tahun, sebagai ABK; dan Heriyanto, 49 tahun, sebagai pemandu.
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju GAK untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi.
Hingga Kamis sore, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru speedboat tersebut masih belum diketahui. Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian melalui jalur laut dan udara.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Wahyudin
