Beranda Pemerintahan Hayati Nufus Sebut Seleksi Sekda Cilegon Bukan Kompetisi, Melainkan Kompetensi

Hayati Nufus Sebut Seleksi Sekda Cilegon Bukan Kompetisi, Melainkan Kompetensi

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cilegon, Hayati Nufus

CILEGON – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cilegon, Hayati Nufus, mengaku percaya diri menghadapi proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon. Ia menjadi satu-satunya peserta perempuan di antara lima pejabat yang masuk dalam proses seleksi tersebut.

Hayati mengatakan, dirinya tidak melihat proses seleksi Sekda sebagai sebuah kompetisi antarpejabat. Menurutnya, proses tersebut lebih tepat dipandang sebagai penilaian terhadap kompetensi dan rekam kinerja masing-masing peserta.

“Ini sebenarnya bukan kompetisi, tetapi kompetensi,” kata Hayati, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, seleksi melalui mekanisme manajemen talenta (MT) tidak dilakukan secara tiba-tiba. Penilaian terhadap para pejabat, kata dia, telah berlangsung dalam keseharian melalui sistem manajemen talenta.

“Manajemen talenta itu sudah berjalan setiap hari. Kita selalu dinilai setiap hari dan pakai sistem,” ujarnya.

Menurut Hayati, sistem tersebut membuat proses penilaian tidak bergantung pada persiapan sesaat ketika seleksi jabatan dilakukan. Nilai yang diperoleh masing-masing pejabat telah masuk dalam sistem dan menjadi bagian dari pemetaan talenta.

Ia menyebut, dalam pemetaan tersebut namanya berada di dalam salah satu kotak atau box yang menjadi bagian dari sistem manajemen talenta. Sementara peserta lainnya juga berada dalam box masing-masing sesuai hasil pemetaan.

“Tidak ada tiba-tiba. Nilainya sudah masuk dan masuklah di masing-masing box,” jelasnya.

Hayati menilai mekanisme tersebut membuat para peserta tidak perlu merasa saling bersaing. Sebab, yang menjadi dasar penilaian adalah kinerja yang telah dijalankan masing-masing pejabat selama ini.

“Jadi tadi tidak merasa bersaing, tidak ada kompetisi,” katanya.

Menurut dia, sistem manajemen talenta justru mendorong pejabat untuk bekerja secara konsisten karena kinerja sehari-hari menjadi bagian dari penilaian.

“Kita selaku pegawai atau pejabat yang betul-betul melaksanakan kinerja dengan real, real on the day, setiap hari,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Banten Kebut Raperda Kelautan, Target Jadi Perda Tahun Ini

Hayati membandingkan mekanisme tersebut dengan sistem open bidding atau seleksi terbuka. Dalam seleksi terbuka, peserta biasanya mempersiapkan berbagai dokumen dan materi menjelang proses seleksi.

“Kalau lagi open bidding, semua dipersiapkan. Kalau ini lebih enak. Kita memang kerja itu pure kerja dan ada nilainya,” tutur Hayati.

Meski menjadi satu-satunya perempuan dalam kelompok peserta yang masuk dalam pemetaan tersebut, Hayati mengaku tidak mempermasalahkannya.

“Di box itu cuma saya sendiri. Perempuan sendiri di box delapan,” katanya.

Ia menyebut dirinya akan tetap mengikuti seluruh tahapan seleksi dan menjalani proses tersebut bersama para peserta lainnya.

“Jadi saya membersamai empat orang,” ujar Hayati.

Hayati menegaskan, keikutsertaannya dalam proses seleksi Sekda merupakan bagian dari mekanisme manajemen talenta yang telah berjalan.

Ia memilih untuk menjalani proses tersebut dengan percaya diri dan tetap berpegang pada rekam kinerja yang telah dijalankannya selama ini.

Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin