CILEGON – Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sokhidin, menyoroti masih banyaknya aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur lingkungan yang belum terakomodir Pemerintah Kota Cilegon.
Sokhidin mengatakan, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses anggota DPRD pada dasarnya tidak berlebihan. Mayoritas masyarakat hanya mengusulkan pembangunan dan perbaikan sarana-prasarana dasar yang dibutuhkan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Di antaranya perbaikan jalan lingkungan, saluran drainase, tembok penahan tanah (TPT), hingga gorong-gorong.
Menurut Sokhidin, kebutuhan tersebut merupakan persoalan mendasar yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah, terlebih masyarakat saat ini mulai memasuki periode yang perlu diantisipasi dengan kesiapan infrastruktur menghadapi musim penghujan.
“Reses ini kan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Sebenarnya aspirasi masyarakat tidak berlebihan. Yang diusulkan itu juga sebenarnya kebutuhan dasar masyarakat, terutama pembangunan di lingkungan,” kata Sokhidin, Senin (10/8/2026).
Ia menegaskan, masyarakat tidak mengajukan pembangunan yang bersifat mewah atau proyek besar melalui reses. Aspirasi yang disampaikan justru berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Tidak ada yang namanya usulkan bikin stadion. Itu nggak ada. Jalan bagus, drainase bagus, TPT bagus, terutama menghadapi musim penghujan,” ujarnya.
Sokhidin mengungkapkan, sejumlah persoalan infrastruktur tersebut bahkan telah diusulkan masyarakat melalui reses sebelumnya. Namun, hingga kini masih terdapat usulan yang belum direalisasikan.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi perhatian DPRD karena jika infrastruktur lingkungan tidak segera diperbaiki, persoalan seperti genangan dan banjir dikhawatirkan kembali terjadi saat curah hujan meningkat.
“Makanya kalau hari ini juga tidak direalisasi, apalagi banyak yang tidak diakomodir, ini kan miris kita,” katanya.
Sokhidin mengatakan DPRD tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat melalui reses, tetapi juga berupaya mendorong agar aspirasi tersebut masuk dalam perencanaan pembangunan pemerintah daerah.
Ia mengaku telah menyampaikan penajaman hasil reses dalam forum Musrenbang tingkat Kota Cilegon. Menurutnya, usulan yang telah disampaikan masyarakat melalui anggota DPRD harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
“Waktu Musrenbang kota, saya sampaikan penajaman-penajaman tentang hasil-hasil reses dari dewan yang sudah terinput di fraksi. Usulan-usulan yang memang didapatkan dari aspirasi masyarakat, tolong diperhatikan betul karena ini masukan yang sangat penting,” tuturnya.
Sokhidin berharap hasil reses kali ini dapat dikawal bersama sehingga aspirasi masyarakat tidak berhenti pada tahap pengusulan, tetapi benar-benar direalisasikan di lapangan.
Ia menilai, banyaknya aspirasi yang masuk memang membutuhkan penanganan secara bertahap. Namun, menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar lingkungan tidak selalu membutuhkan anggaran yang besar.
Sebagai gambaran, satu anggota DPRD bisa menyerap sekitar 10 aspirasi masyarakat dalam satu kali reses. Jika terdapat sekitar 40 anggota DPRD, maka jumlah aspirasi yang terkumpul dapat mencapai sekitar 400 usulan.
“Menurut saya ini bukan hal yang mahal. Bukan yang sampai miliaran. Bahkan rutin, seperti perbaikan jalan,” ujarnya.
Sokhidin menekankan agar pemkot memprioritaskan usulan infrastruktur yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama yang berpotensi mencegah terjadinya banjir.
Ia menyebut perbaikan jalan lingkungan, saluran air, TPT dan gorong-gorong menjadi pekerjaan yang perlu segera ditindaklanjuti.
“Terutama untuk sarana-prasarana lingkungan yang saat ini menghadapi musim penghujan. Walaupun hari ini belum ada hujan, tapi harus kita antisipasi dari sekarang,” katanya.
Sokhidin bahkan mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon. Ia meminta pemerintah tidak menunggu musim penghujan tiba untuk memperbaiki infrastruktur yang sejak sebelumnya telah diusulkan masyarakat.
“Saya bilang ke Pak Sekda, tolong, mau musim penghujan. Usulan teman-teman yang kemarin itu yang sampai hari ini belum direalisasi, belum dikerjakan,” ujarnya.
Selain belum terakomodirnya sejumlah aspirasi masyarakat, Sokhidin juga menyoroti pelaksanaan pekerjaan infrastruktur oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Ia menyebut dalam rapat gabungan DPRD sebelumnya, serapan anggaran PU masih menjadi perhatian. Di sisi lain, pemerintah disebut telah menerbitkan sekitar 150 Surat Perintah Kerja (SPK).
“PU itu kan masih nol serapannya. Padahal sudah mengeluarkan 150 SPK,” kata Sokhidin.
Ia mengaku tidak mengetahui secara rinci pihak yang mendapatkan SPK tersebut karena posisi DPRD adalah menyampaikan aspirasi masyarakat, sementara pelaksanaan pekerjaan menjadi kewenangan OPD terkait.
Menurutnya, yang paling penting adalah bagaimana pekerjaan yang telah direncanakan dan dianggarkan tersebut segera dilaksanakan.
“Anggota dewan hanya mengusulkan melalui fraksi. Terlepas nanti siapa yang SPK, itu OPD yang bagian eksekusi. Yang penting kita banyak dilaksanakan saja,” ujarnya.
Sokhidin juga menyebut adanya alasan terkait mekanisme pembayaran uang muka atau DP yang menjadi salah satu faktor pekerjaan belum berjalan. Namun, ia menilai kondisi di lapangan tetap harus menjadi perhatian karena masyarakat membutuhkan pembangunan tersebut segera.
Ia mengatakan, di lingkungan yang menjadi wilayah aspirasinya, sejumlah usulan seperti jalan lingkungan, saluran lingkungan, TPT dan gorong-gorong juga belum dikerjakan.
“Di lingkungan saya sudah saya usulkan juga belum ada yang dikerjakan sampai hari ini. Baik itu jalan lingkungan, saluran lingkungan, TPT, gorong-gorong, belum ada yang dikerjakan,” katanya.
Karena itu, Sokhidin meminta Pemkot Cilegon segera mempercepat realisasi aspirasi masyarakat, khususnya pekerjaan infrastruktur yang berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.
Menurutnya, keterlambatan pembangunan infrastruktur tersebut bukan hanya membuat aspirasi masyarakat tidak tertangani, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan yang sama setiap tahun.
“Kalau sampai nanti ini tidak dilaksanakan, terus sampai musim penghujan, wassalam. Nanti kita akan ada banjir yang terulang dan terulang setiap tahun,” tegas Sokhidin.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
