SERANG — Tim SAR Gabungan memperluas pencarian delapan orang yang hilang setelah speedboat pengangkut lima jurnalis hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang.
Memasuki hari ketiga operasi, Kamis (10/9/2026), tim membagi wilayah pencarian menjadi enam sektor dengan cakupan sekitar 2.483 nautical mile persegi.
Delapan orang yang masih dicari terdiri atas lima jurnalis, seorang kapten, seorang anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu atau guide.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan, tim memperluas sektor untuk memperbesar peluang menemukan para korban.
“Pada hari ketiga pencarian, area pencarian diperluas menjadi enam sektor dengan total luas sekitar 2.483 nautical mile persegi. Pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, Potensi SAR, nelayan, dan masyarakat, dengan dukungan sejumlah kapal dan RIB,” kata Al Amrad.
Tim SAR mengerahkan kapal, RIB, drone thermal, peralatan SAR air, perlengkapan medis, perangkat komunikasi, dan berbagai peralatan pendukung lainnya.
Selain mengandalkan pencarian laut, Tim SAR Gabungan memperkuat operasi dari udara. Helikopter Dauphin AS365 N3+ bernomor registrasi HR-3604 ikut memantau wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau dan Perairan Selat Sunda.
Helikopter berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pukul 12.36 WIB dengan rute JIExpo Kemayoran-Pantai Carita-BPBD Banten-Helipad/JIExpo Kemayoran.
Pesawat membawa tujuh kru, yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus, dan Prada Brillian Muammar.
Dukungan udara memungkinkan tim memantau area yang sulit dijangkau kapal sekaligus memperluas jangkauan penyisiran di sekitar Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau.
Cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam pencarian. Tim mencatat kondisi cerah berawan tebal, angin sekitar 15 knot dari selatan menuju utara, serta gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter.
Al Amrad mengatakan, tim terus memantau perubahan cuaca sembari menjaga keselamatan seluruh personel.
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, namun upaya pencarian akan terus kami lakukan secara maksimal. Kami berharap seluruh korban segera ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga,” ujarnya.
Hingga hari ketiga, Tim SAR belum menemukan delapan korban tersebut. Tim gabungan terus menyisir wilayah pencarian melalui jalur laut dan udara dengan mengerahkan seluruh personel serta peralatan yang tersedia.
Penulis : Rasyid
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
