SERANG – Harga sejumlah komoditas pangan di Banten mengalami kenaikan dalam 10 hari terakhir. Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten periode 2-12 Juni 2026 mencatat lima komoditas mengalami lonjakan harga tertinggi, dengan bawang putih menjadi penyumbang kenaikan terbesar.
Bawang putih honan mencatat kenaikan paling tinggi. Harga komoditas impor tersebut melonjak dari Rp32.875 per kilogram menjadi Rp36.375 per kilogram atau naik 10,65 persen.
Kenaikan juga terjadi pada Bawang Putih Kating yang bergerak dari Rp38.800 per kilogram menjadi Rp42.200 per kilogram atau meningkat 8,76 persen.
Selain komoditas impor, harga Ikan Kembung ikut naik dari Rp38.500 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram atau bertambah 3,90 persen.
Sementara itu, harga bawang bombai naik dari Rp34.375 menjadi Rp35.125 per kilogram atau meningkat 2,18 persen. Kedelai impor juga bergerak naik dari Rp13.444 menjadi Rp13.694 per kilogram atau bertambah 1,86 persen.
Kepala Disperindag Provinsi Banten, Iwan Hermawan mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memengaruhi harga sejumlah komoditas impor, terutama bawang putih dan kedelai.
Namun, ia menegaskan, tidak semua kenaikan harga dipicu faktor kurs mata uang asing.
“Ikan kembung dihasilkan dalam negeri. Kenaikan harganya biasanya berkaitan dengan cuaca, musim tangkapan, atau keterbatasan pasokan akibat kondisi alam,” kata Iwan, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, kenaikan harga bawang merah juga lebih dipengaruhi kondisi pasokan dalam negeri dibandingkan faktor impor.
“Bawang merah juga berkaitan dengan kondisi dalam negeri, bukan karena dolar,” ujarnya.
Iwan juga menyoroti potensi kenaikan biaya distribusi akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Meski demikian, ia berharap kenaikan tersebut tidak langsung memicu lonjakan harga komoditas karena sebagian besar kendaraan distribusi masih menggunakan Pertalite.
“Semoga kenaikan biaya distribusi tidak terjadi sehingga rantai pasok tetap terjaga,” katanya.
Di sisi lain, harga beras di Banten masih relatif stabil. Disperindag mencatat harga beras medium berada di angka Rp13.278 per kilogram, sedangkan beras premium Rp14.736 per kilogram.
Harga tersebut masih berada dalam batas wajar karena Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium mencapai Rp13.500 per kilogram.
Waspadai Harga Jagung dan Daging Ayam
Iwan justru mengkhawatirkan kenaikan harga jagung impor yang menjadi bahan baku utama pakan ternak. Jika harga pakan naik, harga daging ayam dan telur berpotensi ikut terkerek.
“Kenaikan harga jagung impor bisa berdampak pada harga daging ayam. Selain itu, vitamin untuk ayam pedaging maupun ayam petelur juga berpotensi mengalami kenaikan harga,” ujarnya.
Ia menambahkan, dampak pelemahan rupiah saat ini sudah terasa pada harga plastik. Harga plastik naik dari Rp15.000 menjadi Rp18.000 per ikat atau bertambah Rp3.000.
“Bahan pokok memang belum terlalu terdampak kenaikan dolar, tetapi kondisi ini tetap perlu diwaspadai. Mudah-mudahan nilai tukar dolar kembali ke kisaran psikologis Rp16.000 hingga Rp17.000,” katanya.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
