LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi.
Pemkab menegaskan bahwa perlindungan anak harus menjadi agenda utama, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
Peringatan HAN digelar di Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (5/8/2026), dan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, menegaskan bahwa setiap anak berhak tumbuh, berkembang, dan meraih prestasi tanpa ancaman kekerasan maupun perlakuan diskriminatif.
“Anak harus terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan berprestasi,” tegas Halson.
Ia menilai pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini memiliki nilai strategis yang sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, kedua sektor tersebut menjadi fondasi untuk mewujudkan visi Lebak Ruhay.
“Pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang, sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur. Dua aspek ini akan membawa Lebak menjadi daerah yang unggul dan terdepan,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Lebak, Belia Asyidik, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Kabupaten Layak Anak.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam membentuk generasi yang sehat, kreatif, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas.
“Kolaborasi seluruh stakeholder harus semakin kuat agar Lebak benar-benar menjadi Kabupaten Layak Anak sekaligus mampu melahirkan generasi yang riang, kreatif, dan berakhlak mulia,” kata Belia.
Belia berharap angka kekerasan dan diskriminasi terhadap anak di Kabupaten Lebak terus menurun sehingga setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan memperoleh seluruh haknya.
“Kami berharap hak-hak anak benar-benar terlindungi, angka kekerasan dan diskriminasi terus menurun, sehingga anak-anak Lebak tumbuh menjadi generasi emas di masa depan,” pungkasnya.
Penulis: Mg-Aldo Marantika
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd
