Beranda Pemerintahan Hadapi Kemarau, Pemkab Serang Siagakan Satgas dan Pasokan Air Bersih

Hadapi Kemarau, Pemkab Serang Siagakan Satgas dan Pasokan Air Bersih

Wakil Bupati Serang M. Najib Hamas saat ditemui di ruang kerjanya. (Iyus/bantennews)

KAB. SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memetakan wilayah rawan kekeringan, sementara distribusi air bersih dipercepat agar warga tidak mengalami krisis air.

Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas mengatakan, BPBD telah mengidentifikasi sejumlah kawasan rawan kekeringan, terutama di wilayah utara, selatan, dan barat Kabupaten Serang.

“Kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus. BPBD terus melakukan mitigasi dan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan,” kata Najib saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).

Najib mengungkapkan, laporan terbaru juga datang dari Desa Cemplang, Kecamatan Ciomas, yang mulai mengalami kesulitan air bersih.

Menurutnya, BPBD bersama dinas terkait, Perumdam Tirta Al-Bantani, PMI, hingga sejumlah perusahaan terus menyalurkan bantuan air ke wilayah yang membutuhkan. Pemkab Serang juga menyiagakan seluruh pihak agar bisa bergerak cepat saat menerima laporan warga.

“Kami mengerahkan semua pihak. BPBD, PDAM, PMI, hingga perusahaan sudah kami siagakan. Begitu ada kebutuhan mendesak, bantuan langsung bergerak,” tegasnya.

Ia menyebut, penyaluran air bersih sebelumnya telah menjangkau Kecamatan Binong dan Carenang. Kini, pemerintah memperbarui pemetaan untuk mengantisipasi potensi kekeringan di wilayah lain seperti Cikande, Baros, dan Ciomas.

Najib meminta aparatur desa dan kecamatan mempercepat pelaporan jika masyarakat mulai mengalami kesulitan air bersih. Ia menegaskan pemerintah tidak ingin proses birokrasi justru menghambat penanganan di lapangan.

“Masyarakat cukup melapor ke desa, desa meneruskan ke kecamatan, lalu kecamatan menghubungi BPBD. Jangan berbelit-belit. Kalau malam ada laporan, besok bantuan harus sudah dikirim,” katanya.

Selain mendistribusikan air bersih, Pemkab Serang juga mulai mengantisipasi dampak kemarau terhadap sektor pertanian. Najib mengatakan, pemerintah memetakan lahan yang berpotensi mengalami kekeringan agar petani terhindar dari gagal panen.

Baca Juga :  Pemprov Banten Usulkan Sport Center Jadi PSN

“Kami juga mengantisipasi sektor pertanian. Jangan sampai kekeringan memicu puso atau gagal panen. Dinas Pertanian sedang melakukan pemetaan,” ujarnya.

Pemkab Serang juga berkoordinasi dengan pengelola irigasi dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengatur distribusi air ke areal persawahan sesuai kalender tanam dan ketersediaan debit air.

Meski baru dua kecamatan yang melaporkan kekeringan, yakni Binong dan Carenang, Najib memastikan pemerintah terus memantau perkembangan di seluruh wilayah.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan selama musim kemarau karena berpotensi memicu kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat meningkatkan pengawasan lingkungan. Jangan membakar lahan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan karena bisa memicu kebakaran saat kondisi sedang kering,” pungkasnya.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah