Beranda Pemerintahan Habiskan Anggaran Miliaran Rupiah, Kondisi Terminal Cadasari Memprihatikan

Habiskan Anggaran Miliaran Rupiah, Kondisi Terminal Cadasari Memprihatikan

Kondisi terminal Cadasari, Kabupatèn Pandeglang. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Kondisi Terminal Cadasari yang berada di Kampung Pasar, Desa Cadasari, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten yang dibangun pada tahun 2018 dengan anggaran Rp1,6 miliar saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan sangat jarang ada angkutan umum yang mau masuk ke dalam terminal.

Pantauan di lokasi, kondisi tembok terminal tipe C saat ini banyak dipenuhi oleh coret-coret, terlihat di lokasi hanya ada beberapa tukang ojek online yang sedang menunggu penumpang sambil nongkrong di salah satu warung yang berada di dalam terminal.

Saat difungsikan pertama kali, Terminal Cadasari ditujukan untuk pemberhentian angkutan umum dari wilayah Serang, supaya tidak memasuki kawasan Pandeglang kota. Namun sampai saat ini, tujuan itu tidak benar-benar bisa terealisasi.

Bantennews.co.id sempat berkeliling di lokasi untuk mencari keberadaan petugas terminal dan angkutan umum yang masuk ke dalam terminal, namun di lokasi hanya ada sopir DAMRI yang sedang menunggu penumpang.

Sopir DAMRI, Patoni mengatakan, terminal tersebut sempat difungsikan oleh dinas terkait namun tidak bertahan lama dan kembali sepi. Pasalnya, kondisi terminal yang berada di belakang pasar Cadasari membuat angkutan umum dari arah Serang enggan untuk masuk terminal.

Kata Patoni, jika bukan trayek Cadasari – Petir- Rangkasbitung dirinya juga enggan masuk ke terminal karena selain jarang ada penumpang kondisi jalan di daerah tersebut kecil dan berlubang.

“Sekitar 2 tahun lalu sempat berjalan cuman makin kesini sepi, kendalanya pertama kondisi jalan kecil dan banyak jalan berlubang, mana pohonnya juga banyak yang menjuntai ke jalan, terus penumpangnya kurang. Mungkin sudah banyak kendaraan pribadi dan tambah lagi jarak dekat sehingga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi,” kata Patoni saat ditemui di lokasi, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga :  DPUPR Banten Operasi Sapu Lubang di Sepanjang Jalur Mudik dan Wisata

Ia membeberkan, selain angkutan yang ia bawa tidak ada angkutan lain yang mau masuk ke terminal karena kondisi terminal yang sepi penumpang dan tidak terawat. Menurutnya, petugas terminal yang seharusnya standby setiap hari juga sangat jarang terlihat karena tidak ada aktivitas turun naik penumpang.

“Ga ada angkutan lain, kalau angkot ga ada. Cuman DAMRI doang. Petugas terminal kadang-kadang ada tapi ga standby,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Bantennews.co.id masih berusaha menghubungi Kabid Terminal Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang melalui sambungan telponnya namun belum mendapatkan respon.

Penulis : Memed
Editor : TB Ahmad Fauzi