
PANDEGLANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang mengakui aktivitas di Sub Terminal Carita masih minim. Padahal, fasilitas tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,3 miliar dari APBD 2016 dan ditujukan sebagai pusat aktivitas transportasi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Pandeglang, Tb Haruji Hermawan, membantah jika Sub Terminal Carita sepenuhnya tidak difungsikan. Menurutnya, masih terdapat armada Damri yang menggunakan area terminal untuk menunggu penumpang.
“Masih ada, kayak mobil Damri masih ada di situ. Dari kita, dari Dishub, petugasnya juga ada di situ,” kata Haruji saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (9/8/2026).
Namun, Haruji mengakui aktivitas di lokasi tersebut masih sangat minim. Berdasarkan pemantauan petugas, kendaraan yang masuk ke area terminal relatif sedikit. Bahkan, angkutan kota (angkot) disebut belum menggunakan terminal sebagai titik aktivitas.
“Kalau siang sekitar jam 11, jam 1, pagi juga masih lengang. Damri yang saya tahu. Angkot paling lewat-lewat saja, tidak masuk,” ujarnya.
Tak hanya aktivitas transportasi, sejumlah kios di dalam kawasan Sub Terminal Carita juga masih kosong. Dishub membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyewa kios tersebut dengan harapan kawasan terminal kembali hidup sekaligus memberikan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Memang tidak ada yang menyewa. Keinginan kita kalau ada yang menyewa silakan. Berapa pun yang penting kita juga ada pemasukan buat PAD,” katanya.
Menurut Haruji, minimnya aktivitas juga dipengaruhi kondisi sarana dan prasarana yang masih membutuhkan pembenahan. Sejumlah fasilitas disebut mengalami kerusakan, sementara ketersediaan air juga menjadi persoalan.
“Sarana dan prasarananya dulu diperbaiki. Banyak yang bolong, kemudian seperti air juga tidak ada,” ujarnya.
Persoalan air bahkan membuat Dishub sempat meminta bantuan PDAM untuk memenuhi kebutuhan di kawasan terminal. Di sisi lain, Haruji menyebut posisi Sub Terminal Carita sebenarnya cukup strategis karena berada di pinggir jalan utama.
“Lebih sebenarnya Carita itu lebih enak karena dia langsung di pinggir jalan. Kalau yang lain kan ke bawah lagi, sudah jauh. Prasarana-prasarananya banyak yang harus diperbaiki,” katanya.
Dishub mengaku tetap berupaya menghidupkan kembali Sub Terminal Carita melalui pembenahan sarana dan prasarana serta mendorong masyarakat memanfaatkan kios yang tersedia.
Namun, dengan aktivitas angkutan yang masih minim, angkot yang tidak masuk, kios yang kosong, serta fasilitas yang masih membutuhkan perbaikan, fungsi terminal yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,3 miliar tersebut belum berjalan optimal.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk memastikan fasilitas publik tersebut benar-benar dimanfaatkan masyarakat dan mampu memberikan kontribusi terhadap daerah.
Sebelumnya diberitakan, Sub Terminal Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,3 miliar dari APBD 2016, kini justru terlihat sepi dari aktivitas layaknya sebuah terminal.
Penulis: Mg-Madani Prasetia
Editor: Usman Temposo