Beranda Pariwisata Gunung Gedor Tawarkan Paket Tiket Masuk Sekaligus Produk UMKM Warga

Gunung Gedor Tawarkan Paket Tiket Masuk Sekaligus Produk UMKM Warga

Gunung Gedor Kota Serang. (Adef/bantennews)

SERANG – Gunung Gedor di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, tak hanya mengandalkan panorama alam untuk menarik wisatawan. Pengelola kini menyiapkan paket tiket masuk sekaligus produk UMKM warga agar kunjungan wisata ikut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam skema yang tengah disiapkan, pengunjung membayar Rp10.000 untuk mendapat tiket masuk senilai Rp5.000 dan satu produk makanan ringan produksi warga senilai Rp5.000.

Lurah Cibendung, Yanti Nur Nasyiatul Aisyiyah mengatakan, konsep itu membuka peluang bagi wisatawan untuk mengenal produk lokal saat berkunjung ke Gunung Gedor.

“Yang datang itu sekalian kita kasih produk itu. Intinya kemasannya tetap Rp5.000 jadi Rp10.000,” kata Yanti, Jumat (21/8/2026).

Dua produk UMKM masuk dalam paket tersebut, yakni Red Crunch dan Nana Crunch. Red Crunch berasal dari olahan kulit tangkil yang dikeringkan, sedangkan Nana Crunch berupa keripik pisang.

Selama ini, pelaku UMKM Cibendung masih menghadapi persoalan pemasaran. Salah satu titik penjualan produk berada di Posko 1 Gunung Gedor. Melalui paket wisata ini, pengelola berharap setiap kunjungan membuka pasar baru bagi produk warga.

Harga produk UMKM Cibendung berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000. Pemerintah Kelurahan Cibendung juga mendorong pelaku usaha memperbaiki kemasan agar produk mereka lebih menarik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Produk kita juga nanti mudah-mudahan bisa ke Indomaret dengan kemasan-kemasan yang memang lebih menarik,” ujarnya.

Konsep paket tiket dan produk UMKM itu mulai disiapkan sejak 16 Agustus 2026. Namun, pengelola masih menyesuaikan penerapannya dengan kesiapan produk dan teknis di lapangan.

Sementara tarif masuk Gunung Gedor tetap Rp5.000. Yanti mengakui kawasan wisata itu masih mengembangkan sejumlah daya tarik sehingga harga tiket tetap dijaga agar terjangkau.

Baca Juga :  Warga Safira Bagi Daging Kurban Door to Door

“Rp5.000 kan memang yang saya rasa terjangkau dengan keadaan kita yang memang belum ada spot-spot foto yang bisa dinikmati,” katanya.

Pengelola telah menyediakan sejumlah fasilitas dasar, seperti toilet di area parkir, perluasan lahan parkir, hingga Posko 1. Pengelola akan menggunakan pendapatan tiket untuk membiayai operasional dan melanjutkan pengembangan kawasan wisata.

Yanti berharap Gunung Gedor tidak hanya ramai oleh wisatawan, tetapi juga benar-benar membuka perputaran ekonomi bagi warga Cibendung.

“Menjadi pariwisata dan menjadi kampung wisata yang benar-benar membuat masyarakat di situ hidup, perekonomiannya berputar,” ujarnya.

Jika konsep ini berjalan, wisatawan tak sekadar pulang membawa pengalaman dari Gunung Gedor. Mereka juga membawa pulang produk warga dan ikut membuka pasar bagi UMKM di sekitar kawasan wisata.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd