PANDEGLANG – Gubernur Banten Andra Soni meminta Tim SAR Gabungan memaksimalkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Pencarian dipastikan berlanjut hingga hari ketiga.
Andra mengatakan pencarian pada hari kedua sempat terkendala cuaca. Helikopter yang disiapkan untuk pemantauan udara belum bisa diterbangkan karena angin di sekitar lokasi sangat kencang.
“Anginnya sangat kencang, sehingga tidak memungkinkan pencarian melalui udara. Tapi sudah dicoba menggunakan drone,” kata Andra di Posko Pencarian Marina Lippo Carita, Rabu (9/9/2026) malam.qq
Berdasarkan hasil evaluasi Tim SAR selama dua hari operasi pencarian, kata Andra, penyisiran akan dimaksimalkan pada pagi hari di hari ketiga agar waktu pencarian lebih efektif.
“Dari hasil evaluasi, proses pencarian akan dimaksimalkan pada pagi hari sembari terus berkoordinasi dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin,” ujarnya.
Andra juga mengaku memahami kegelisahan keluarga korban yang menunggu kabar lima jurnalis tersebut. Namun, menurutnya, keselamatan personel SAR tetap menjadi pertimbangan utama di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Ia pun menyiapkan tempat penginapan bagi keluarga korbanagar dapat beristirahat selama menunggu perkembangan pencarian.
“Saya memahami kekhawatiran keluarga dari detik ke detik proses pencarian ini. Tapi kita juga harus mempertimbangkan kondisi angin dan keselamatan tim di lapangan,” katanya.
Andra memastikan Pemerintah Provinsi Banten akan terus berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan dan menyampaikan perkembangan terbaru kepada keluarga maupun masyarakat.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia, semoga sahabat kita semua bisa segera ditemukan dengan selamat,” tutupnya.
Perluas Pencarian Lewat Udara
Desi Purnamasari,Istri salah satu jurnalis yang hilang kontak meminta Tim SAR Gabungan memperluas pencarian melalui jalur udara dengan fokus menyisir Pulau Sertung, Kepulauan Krakatau, Selat Sunda.

Desi, istri jurnalis Antara M Bagus Khoiruqnnas, mengatakan hingga kini belum ada kabar mengenai keberadaan suaminya. Menurutnya, pencarian udara dinilai lebih efektif karena mampu menjangkau area laut yang lebih luas.
“Karena menurut saya itu lebih efektif dilakukan, karena bisa menjangkau seluruh area yang ada di laut tersebut,” kata Desi di Posko Pencarian Marina Lippo Carita, Rabu (9/9/2026).
Desi mengaku mendapat informasi bahwa rombongan lima jurnalis sempat berencana turun di Pulau Sertung. Namun, ia menilai lokasi tersebut belum menjadi fokus penyisiran tim pencari.
“Saya dapat informasi mereka berniat turun di Pulau Sertung. Tapi sampai sekarang pulau itu belum dilakukan pencarian, yang dicari baru sekitar Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.
Selain itu, Desi meminta Tim SAR melibatkan nelayan dan pemandu lokal yang memahami medan perairan Selat Sunda agar pencarian bisa menjangkau titik-titik lain yang belum disisir.
“Supaya pencariannya lebih efektif, bisa menyebar ke daerah lain dan prosesnya lebih cepat,” ucapnya.
Ia menambahkan, seluruh keluarga masih bertahan di Posko Pencarian Marina Lippo Carita sambil menunggu kabar baik dari proses pencarian lima jurnalis yang hilang kontak tersebut.
“Kami keluarga menunggu di sini, semoga secepatnya ada kabar baik dari hasil pencarian,” tutupnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
