Beranda Peristiwa Gubernur Banten : Masyarakat di Desa Belum Terbiasa Pakai Masker

Gubernur Banten : Masyarakat di Desa Belum Terbiasa Pakai Masker

86
0
Gubernur Banten Wahidin Halim.

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menilai masyarakat di desa masih belum terbiasa menggunakan masker. Oleh karena itu, perlu adanya upaya khusus agar mereka mengikuti kebiasaan baru salah satunya dengan membiasakan diri memakai masker.

Dikatakan WH, masyarakat Banten merupakan masyarakat religius dan mayoritas di perdesaan. Perlu internalisasi dan pembiasaan kepada masyarakat untuk memakai masker sebagai kebiasaan atau budaya baru.

“Ini perlu diinternalisasi melalui para tokoh agama dan tokoh masyarakat,” kata WH, Kamis (22/7/2021).

WH mengungkapkan, berdasarkan data Satgas Covid-19, Provinsi Banten masuk kategori patuh.

“Memang tidak sangat patuh, bukan kurang patuh. Data dari Satgas Covid-19, penting bagi kami untuk melakukan law enforcement. Dan ini akan kita lakukan terus-menerus,” ungkapnya.

WH menjelaskan, Satgas Covid-19 Provinsi Banten memberikan sedikit kelonggaran kepada kelompok-kelompok marginal, kelompok tertentu.

“Kita tetap melakukan tindakan tegas, tapi persuasif. Kita berharap ada perubahan signifikan dengan sisa waktu yang ada,” jelasnya.

Di sisi lain, menurut WH, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat cukup efektif untuk mengurangi mobilitas dan interaksi masyarakat.” Kegiatan masyarakat berkurang,” ujarnya.

Terkait bantuan sosial, WH menuturkan, untuk penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, sejak awal Pemerintah Provinsi Banten menyalurkan Bantuan Sosial sebesar Rp600 ribu per bulan kepada masyarakat terdampak selama tiga bulan.

“Kementerian Sosial juga sudah menggelontorkan, saling melengkapi. Saat ini Kepolisian memberikan bantuan beras dan ditambah TNI memberikan bantuan obat. Saling melengkapi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat,” ucap WH.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah persoalan makan dan obat,” sambungnya.

Terkait pelaksanaan vaksinasi, WH juga menjelaskan, alokasi dari Pemerintah Pusat prioritaskan DKI Jakarta, selanjutnya baru Banten dan daerah lainnya.

“Soal oksigen, Provinsi Banten tidak kekurangan. Produsen oksigen ada di Banten. Mereka sudah menyumbang, oksigen, tabung, dan dispenser,” tandasnya.

Terpisah, Staf Khusus Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengapresiasi koordinasi Gubernur Banten dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Banten.(Mir/Red)