Beranda Peristiwa Geruduk Kelurahan Panunggangan, Warga Minta Akses Jalan Tak Ditutup

Geruduk Kelurahan Panunggangan, Warga Minta Akses Jalan Tak Ditutup

779
0
Lurah Panunggangan Saipul Ulum menemui warga di Kantor Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Senin (14/9/2020) - (Alwan/BantenNews.co.id)

TANGERANG – Puluhan warga Warung Mangga, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mendatangi Kantor Kelurahan Panunggangan, Senin (14/9/2020). Mereka meminta akses jalan di permukimannya tidak ditutup dan dilakukan perlebaran jalan.

Diketahui, pemagaran akses jalan di wilayah tersebut dilakukan lantaran pihak Sumarecon ingin mengamankan lahan miliknya yang letaknya bersebelahan dengan permukiman warga. Untuk jumlah KK yang terdampak sendiri totalnya sekira 700 KK yang terdiri dari 150 KK di RT 01, 300 KK di RT 02, dan 250 KK di RT 03.

Ketua Karang Taruna RW 02 Pungki Handoko mengatakan, warga sekitar menginginkan pihak sumarecon tidak menutup akses jalan utama menuju permukimanya. Terlebih, saat ini lebar jalan yang disediakan hanya sekira 2,5 meter.







“Ayo kita lihat sama-sama di jalan itu kalau ada mobil melintas susah,” katanya.

Pungki mengungkapkan, pemagaran jalan menuju permukimannya dilakukan sejak Januari 2020. Meski warga menolak pemagaran tersebut, pihak pengembang tetap menutup aksea jalan selebar 2,5 meter itu.

“Sekarang tinggal satu bidang tembok beton lagi yang belum ditutup. Pihak pengembang bahkan secara diam-diam mau menutup, tapi berhasil dihentikan oleh warga,” ungkapnya.

Jika jalan tersebut ingin ditutup, lanjut Pungki, ia menginginkan pihak pengembang Sumarecon menyiapkan jalan yang layak untuk warga sekitar. Kata dia, minimal jalan yang diinginkan warga seluas 3,5 hingga 4 meter.

“Kami mengantisipasi jika terjadi kebakaran agar ada akses masuk untuk mobil pemadam kebakaran,” jelasnya.

Pungki menuturkan, pada 25 Juli 2020 lalu sempat ada rumah warga yang terbakar dan mobil pemadam kebakaran sulit untuk masuk.

“Kami tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi. Terlebih disini kawasan padat penduduk, jadi kalau kebakaran dan tidak bisa ditangani pemukiman warga akan terbakar,” ujarnya.

Lebih lanjut, warga menginginkan pihak kelurahan mempertemukan antara warga dengan pengembang Sumarecon untuk membahas penyediaan akses jalan permukiman mereka.

Sementara itu, Lurah Panunggangan Saipul Ulum mengatakan, awalnya pihak Sumarecon hanya ingin memberikan lahannya untuk akses jalan masyarakat hanya 1,5 meter dan setelah ia berkomunikasi pihak pengembang memberikan 2,5 meter.

“Jangan sampai memaksakan kemauan kita, kalau minta lebih saya angkat tangan. Saya akan memfasilitasi semuanya, jajaran warga silahlan membuat surat, undang Sumarecon untuk melakukan pertemuan nanti saya tanda tangan mengetahui,” ungkapnya.

(Tra/Wan/Red)