Beranda Peristiwa Gedung Baru RSUD Adjidarmo Mulai Rusak, Anggaran Belasan Miliar Disoal

Gedung Baru RSUD Adjidarmo Mulai Rusak, Anggaran Belasan Miliar Disoal

Plafon RSUD Adjidarmo Lebak retak. (Sandi/bantennews)

LEBAK — Bangunan baru RSUD Adjidarmo kembali menuai sorotan tajam. Proyek yang menghabiskan anggaran hampir Rp17 miliar itu sudah menunjukkan berbagai kerusakan, padahal usia pemakaian belum genap satu tahun.

Kondisi ini memicu kekhawatiran serius, terutama soal keselamatan pasien dan tenaga medis di rumah sakit rujukan utama Kabupaten Lebak tersebut.

Berdasarkan pantauan BantenNews.co.id, sejumlah bagian bangunan terlihat bermasalah, mulai dari retakan dinding hingga fasilitas penunjang yang tidak berfungsi optimal.

Padahal, gedung baru itu semestinya menghadirkan layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat.

Koordinator Kumala, Idham M Haqim menilai, kerusakan dini ini tidak bisa dianggap sepele. Ia menegaskan, besarnya anggaran harus sebanding dengan kualitas pembangunan.

“Ini bukan sekadar bangunan rusak, ini menyangkut nyawa manusia. Rumah sakit harus jadi tempat yang aman, bukan justru menimbulkan kekhawatiran. Apalagi anggarannya fantastis,” tegas Idham, Senin (20/4/2026).

Ia juga menyoroti kemungkinan masalah serius dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pengawasan proyek, hingga kualitas material yang digunakan.

Idham mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan audit teknis menyeluruh. Ia meminta aparat tidak ragu menindak jika menemukan kelalaian dalam proyek tersebut.

“Kalau ada pelanggaran, harus ada yang bertanggung jawab secara hukum,” ujarnya.

Selain itu, ia menuntut transparansi penuh kepada publik terkait status proyek, masa pemeliharaan gedung, hingga rencana perbaikan. Menurutnya, masyarakat tidak boleh menanggung risiko akibat lemahnya pengawasan proyek bernilai jumbo.

Ia juga mengingatkan, sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pembiayaan pemeliharaan RSUD biasanya bersumber dari APBD dan pendapatan layanan. Namun, kerusakan yang muncul dalam waktu singkat dinilai tidak wajar.

“Belum setahun sudah rusak, ini jelas harus jadi perhatian serius,” katanya.

Baca Juga :  Disambar Petir, Nelayan di Cinangka Meninggal Dunia

Kini publik menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Lebak, manajemen RSUD, dan aparat pengawas.

Idham menegaskan, keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama, bukan dikorbankan oleh kualitas pembangunan yang dipertanyakan.

“Kalau anggarannya besar, kualitasnya juga harus maksimal, bukan asal-asalan,” tegasnya.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd