Beranda Peristiwa Gaya Koboy, Diduga Oknum Anggota Polda Banten Ancam Tembak Warga di SPBU...

Gaya Koboy, Diduga Oknum Anggota Polda Banten Ancam Tembak Warga di SPBU Lebak

310
0
Tangkapan layar video viral diduga anggota Polda Banten

SERANG – Video viral memperlihatkan aksi seorang pria yang mengaku oknum anggota Polda Banten mengancam warga yang tengah mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Kabupaten Lebak, Banten. Si pria turun dari kendaraan roda empat dan memukul dengan pistol bagian kepala pemotor yang tengah mengisi bahan bakar.

Menanggapi beredar luasnya video tersebut, pihak Polda Banten sedang menyelidiki video viral di salah satu SPBU wilayah Kabupaten Lebak.

“Polisi memburu dan menindak tegas jika anggotanya yang arogan, apalagi cuma mengaku-aku anggota Polri sambil mengeluarkan ancaman,” kata Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata kepada media, Selasa (4/5/2021) di Serang.

Ia menegaskan hal itu terkait adanya peristiwa ancaman seseorang yang mengaku-aku anggota Polda Banten akan menembak pengendara sepeda motor saat mengisi BBM di SPBU Rumbut, Cibadak, Lebak, sekira pukul 09.00 tanggal 3 Mei 2021.

“Polda tidak tinggal diam. Propam sudah turun melakukan penyelidikan, namun hingga kini tak menemukan siapa si pengancam tersebut, mengingat nopol B 2841 WAC mobil yang terekam di CCTV SPBU ternyata tak ditemukan dalam sistem data kendaraan bermotor,” ujarnya.

Kejadian melontarkan ancaman oleh seorang pengemudi avanza B 2841 WAC kepada pengendara sepeda motor yang terekam di CCTV SPBU dan beredar viral, diduga sudah didahului keributan antarkeduanya di jalan sebelum memasuki SPBU.

Video yang beredar viral itu, diduga berasal dari si pengendara sepeda motor yang merekam dengan telepon pintarnya dari CCTV yang dibukakan oleh petugas SPBU yang bersangkutan.

Kabid Humas mengimbau, ada baiknya bila orang yang merasa diancam termasuk akan ditembak oleh orang-orang yang mengaku anggota Polri, segera melaporkan saja ke kepolisian sehingga bisa segera ditelusuri untuk menemukan hal yang sebenarnya.

Jika sudah keburu viral, lanjut Edy, mungkin saja yang bersangkutan sudah lebih dahulu kabur. Apalagi, nomor polisi kendaraan bermotornya ternyata tak ditemukan dalam sistem data.

Bagaimanapun, Edy mengimbau, siapa pun dalam perselisihan pribadi tak perlu menonjolkan profesi. Sebab, benar atau palsu, upaya memburukkan suatu profesi termasuk Polri, dengan demikian sudah terpublikasi.

Oleh karena itu, ia juga meminta masyarakat untuk tidak cepat mempercayai, karena Polri sendiri terus berbenah diri terutama agar dapat lebih bersikap melayani masyarakat.

(You/Red)