Beranda Peristiwa Gantung Diri, Lansia di Cilegon Ditemukan Tewas di Rumah Kosong

Gantung Diri, Lansia di Cilegon Ditemukan Tewas di Rumah Kosong

Petugas mengevakuasi jasad korban

CILEGON – Seorang pria berinisial S (59) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah rumah kosong di Komplek Arga Baja Pura, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Korban diketahui bernama Suparman, warga Lingkungan Kebondalem Blok Sempu, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. Almarhum berstatus sebagai karyawan swasta dan selama ini mengurus serta menjaga rumah kosong milik seseorang bernama Muhammad, yang saat ini berdomisili di Pasuruan, Jawa Timur.

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh anak korban, Novan (31), bersama ibunya Sukiyati (53). Keduanya mendatangi lokasi setelah berusaha mencari keberadaan korban sejak pagi hari.

“Anak korban bersama ibunya datang ke lokasi sekitar pukul 05.30 WIB dengan maksud mencari keberadaan ayahnya. Lokasi diketahui setelah melacak melalui email korban,” ujar Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, dalam keterangannya.

Setibanya di lokasi, pintu rumah diketahui terkunci dari dalam. Keduanya kemudian memanjat pagar dan mengintip melalui jendela rumah, hingga melihat korban sudah dalam kondisi tergantung.

Berdasarkan keterangan saksi, korban sehari-hari bekerja di PT Krakatau Posco Energi, namun juga berstatus sebagai penjaga dan petugas kebersihan rumah kosong tersebut. Rumah itu telah kosong sekitar lima tahun dan sedang dalam proses penawaran untuk dijual.

Saksi lain, Soleha, yang juga bekerja sebagai pembantu bersih-bersih rumah tersebut, menyebutkan bahwa kunci rumah hanya dipegang oleh dua orang, yakni dirinya dan korban.

Setelah kejadian tersebut, warga setempat segera menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Kotasari. Petugas dari Polsek Pulomerak kemudian mendatangi lokasi, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta berkoordinasi dengan tim Inafis Satreskrim Polres Cilegon untuk melakukan olah TKP.

Baca Juga :  Punya Gedung Aula Baru, SMP Negeri 7 Cilegon Diminta Tak Buat Acara di Luar

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegas AKP Sigit Dermawan.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kota Cilegon untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak keluarga menduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena faktor depresi. Menurut keterangan anak korban, sekitar satu minggu sebelumnya orang tua korban meninggal dunia, yang diduga memengaruhi kondisi psikologis almarhum.

Peristiwa ini masih dalam penanganan kepolisian, dan pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin