Beranda Budaya FKUB: Perkuat Toleransi Lewat Aksi Bersih-bersih Vihara Avalokitesvara

FKUB: Perkuat Toleransi Lewat Aksi Bersih-bersih Vihara Avalokitesvara

Ketia FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi (kiri) ikut memberaihkan Vihara Avalokitesvara di Kasemen. (Istimewa)

SERANG – Umat lintas agama bergotong royong membersihkan kompleks Vihara Avalokitesvara di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Kegiatan yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang ini menjadi upaya merawat toleransi melalui aksi nyata, bukan sekadar seruan kerukunan.

Aksi bertajuk Jumat Bersih itu berlangsung, Jumat (10/10/2026), dengan melibatkan tokoh lintas agama, perwakilan Kementerian Agama, serta unsur TNI dan Polri. Panitia membuka kegiatan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

FKUB Kota Serang menggelar kegiatan serupa setiap pekan dengan menyasar rumah ibadah dari berbagai agama. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini mempertemukan umat lintas agama dalam kerja bersama untuk memperkuat hubungan sosial di tengah keberagaman.

Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarqowi mengatakan, Jumat Bersih menjadi sarana untuk memperkuat nasionalisme, menjaga kerukunan, dan menanamkan sikap saling menghormati kepada generasi muda.

“Negara menjamin keutuhan dan kepentingan seluruh warga negara dalam menjalankan ibadah menurut keyakinan masing-masing,” kata Matin, yang juga mengasuh Pondok Pesantren Al-Fathaniyah.

Ia menegaskan, keberagaman bahasa, budaya, etnis, dan keyakinan tidak seharusnya memecah belah masyarakat. Menurutnya, Pancasila menjadi dasar untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan.

“Indonesia memiliki ribuan bahasa dan budaya, etnis dan keyakinan, tapi dengan Pancasila Indonesia dapat bersatu dan menjalin hubungan kemasyarakatan,” ujarnya.

Matin mengatakan, FKUB akan terus menggelar kegiatan lintas agama untuk menjaga keharmonisan di Kota Serang.

Ia juga menyoroti dukungan pemerintah melalui Peraturan Wali Kota Serang Nomor 16 Tahun 2026 tentang Pedoman Pemberian Insentif Guru Agama, Petugas Jenazah, dan Petugas Kebersihan Rumah Ibadah.

Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pengurus rumah ibadah. FKUB turut mendorong keterlibatan pemerintah dalam mendukung kehidupan beragama yang harmonis.

Baca Juga :  Banyak Situs Bersejarah Kota Serang Belum Berstatus Cagar Budaya

“Melalui Perwal ini adalah pembuktian kita menjaga persatuan dan melaksanakan ibadah tanpa gangguan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Penyuluhan pada Direktorat Urusan Agama dan Pendidikan Buddha Kementerian Agama, Sariyono, mengatakan kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan hari jadi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha.

Ia menilai, gotong royong lintas agama menunjukkan kepedulian bersama terhadap kebersihan rumah ibadah sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat.

“Ini bukan hanya membersihkan lingkungan, ini adalah bentuk kepedulian dan gotong royong bersama-sama yang dilakukan oleh pengurus FKUB,” ujar Sariyono.

Ia berharap, kegiatan rutin tersebut terus menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat perdamaian di Kota Serang maupun wilayah Banten.

Tim Redaksi