Beranda Komunitas Festival Tradisional Komunitas BJS Berlangsung Meriah

Festival Tradisional Komunitas BJS Berlangsung Meriah

368
0
Festival Budaya Tradisional yang digelar Komunitas Bahasa Jawa Serang (BJS) di Gelanggang Remaja Ciceri, Kota Serang, Minggu (17/11/2019), berlangsung meriah

SERANG – Festival Budaya Tradisional yang digelar Komunitas Bahasa Jawa Serang (BJS) di Gelanggang Remaja Ciceri, Kota Serang, Minggu (17/11/2019), berlangsung meriah.

Hadir dalam acara ini Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Serang, Akhmad Zubaidillah, penyusun Kamus Bahasa Jawa Banten Mudjahid Chudori dan ratusan warga.

Hadirin  menikmati kuliner khas Banten, pertunjukan seni, dan aneka permainan tradisional yang disiapkan panitia. Beragam makanan tradisional khas Banten yang sudah jarang di pasaran ludes begitu panitia mempersilakan hadirin untuk mencicipinya.

Makanan itu di antaranya, kue jenderal, santri muntil, gembleng, ketan gerong, rangda kawudan, sayur blohok, ratuban, bontot, dan sebagainya. Hadirin juga tampak antusias ketika diajak makan bersama atau bacakan dengan menu utama rabeg, salah satu jenis makanan khas Banten.

Ovie, Ketua Panitia mengatakan bahwa festival  ini merupakan agenda rutin tahunan untuk menyambut HUT terbentuknya Komunitas BJS yang tahun ini memasuki usia 9 tahun. Selain untuk ajang silaturahmi para anggota komunitas, event ini juga untuk mengenalkan aneka kekayaan ragam budaya di Banten, baik dalam bentuk bahasa, ragam pertunjukan, kuliner, dan permainan anak-anak atau dolanan.

Pria yang di medsos dikenal dengan akun ‘Rambo Banten’ ini menjelaskan,  kegiatan ini sebagai salah satu upaya Komunitas BJS dalam ikut melestarikan kebudayaan daerah.

“Selain melestarikan Bahasa Jawa Serang, komunitas BJS juga ingin seni pertunjukan dan kuliner daerah tetap mendapat tempat di masyarakat. Kita harus bangga dengan kebudayaan yang kita miliki,” ungkapnya.

Qizink La Aziva, salah satu pendiri Komunitas BJS mengatakan, komunitas berbasis media sosial ini awalnya dibentuk untuk melestarikan Bahasa Jawa Serang sebagai salah satu bahasa yang ada di Banten. Namun pada perkembangannya, komunitas ini juga intens untuk ikut dalam memperkenalkan ragam budaya khas Banten, baik dalam bentuk kuliner maupun pertunjukan.

Sementara itu Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin dalam sambutannya, secara pribadi maupun kebijakan Pemkot Serang akan berupaya untuk melestarikan khasanah budaya daerah. Ia mencontohkan, ruang command center di Diskominfo diberi nama ‘Bale Sandimaya’ sebagai bentuk upaya mengenalkan khasanah lokal di lingkup pemerintahan. Sandimaya dan Sandisastra merupakan penyusun Babad Banten pada masa Kesultanan Banten.

“Insya Allah tahun depan juga kita akan bangun Taman Cecantelan dan Taman Deduluran. Ini sebagai bentuk kecintaan kami dan upaya kami dalam melestarikan Bahasa Jawa Serang,” tegasnya.

Wakil Walikota kembali mengingatkan agar masyarakat tidak usah malu dalam menggunakan bahasa daerah. “Bahasa daerah ini sebagai identitas kita,” ujarnya.

(ink/red)