Beranda Peristiwa Festival Kalisabi Jadi Ruang Kolaborasi Penanganan Sampah dan Pemulihan Sungai di Kota...

Festival Kalisabi Jadi Ruang Kolaborasi Penanganan Sampah dan Pemulihan Sungai di Kota Tangerang

Giat Festival Kali Sabi di Kali Sabi, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Minggu (12/7/26)

TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama komunitas Banksasuci menggelar Festival Kalisabi di kawasan Sungai Kalisabi, Minggu (12/7/2027). Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendorong kepedulian terhadap kebersihan sungai sekaligus pelestarian lingkungan.

Festival diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya aksi bersih-bersih sungai, penanaman pohon, penebaran benih ikan, senam sehat, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ribuan warga tampak mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan persoalan sampah dan pencemaran lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan tersebut sehingga diperlukan kolaborasi berbagai unsur yang dikenal sebagai pentahelix, yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

“Penanganan masalah sampah tidak bisa dilakukan sendirian. Harus dilakukan bersama melalui kolaborasi pentahelix. Semua pihak memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan,” kata Sachrudin.

Ia juga menilai kehadiran Menteri Lingkungan Hidup dalam Festival Kalisabi menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan di Kota Tangerang. Kehadiran pemerintah pusat, menurutnya, diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

Ketua komunitas Banksasuci, Ade Yunus, menjelaskan Festival Kalisabi merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Kali Bersih (Prokasih). Selain menjadi agenda aksi lingkungan, festival tersebut juga diarahkan sebagai sarana edukasi agar masyarakat memahami pentingnya menjaga sungai sebagai bagian dari ekosistem perkotaan.

Menurut Ade, rangkaian kegiatan seperti penanaman pohon mendukung program penanaman dua miliar pohon secara nasional, sedangkan penebaran benih ikan menjadi salah satu upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Di sisi lain, keterlibatan pelaku UMKM diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan sungai.

Baca Juga :  Pangkas Birokrasi, Pemkot Tangerang Alihkan Pengelolaan Jalan Lingkungan ke Kecamatan

“Kami ingin menunjukkan bahwa ketika sungai dijaga dan bersih, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Festival ini juga menjadi langkah awal agar gerakan menjaga Kalisabi dapat terus berlanjut dan menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya,” ujar Ade.

Ia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat selama festival berlangsung menunjukkan adanya peningkatan kepedulian warga terhadap isu lingkungan. Kawasan Kalisabi yang sebelumnya tidak banyak menjadi pusat aktivitas masyarakat dipadati pengunjung yang mengikuti berbagai kegiatan sejak pagi hingga siang.

Ade berharap keterlibatan masyarakat dalam Festival Kalisabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan berlanjut menjadi gerakan bersama dalam menjaga kebersihan Sungai Kalisabi secara berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Festival Kalisabi, Pemkot Tangerang dan Banksasuci menargetkan terbentuknya kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya kawasan sungai yang memiliki peran penting sebagai sumber daya alam sekaligus ruang publik di Kota Tangerang.

Tim Redaksi