KAB. SERANG – Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas, menyoroti fenomena fatherless atau hilangnya peran ayah dalam keluarga sebagai ancaman serius bagi ketahanan keluarga dan masa depan generasi muda.
Dalam momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026, Najib menegaskan, peran ayah tidak boleh berhenti hanya sebagai pencari nafkah. Menurutnya, ayah harus hadir secara utuh dalam kehidupan keluarga, terutama dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Najib menyampaikan pesan tersebut sejalan dengan arahan Presiden melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menekankan pentingnya kehadiran ayah di tengah keluarga.
“Pesan besarnya jelas, ayah harus hadir,” kata Najib saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, kekosongan peran ayah sering mendorong anak mencari tempat pelarian di luar rumah. Ketika komunikasi keluarga tidak berjalan baik, anak cenderung mencari jawaban melalui gawai, media sosial, atau lingkungan pergaulan.
Menurut Najib, kondisi itu membuka ruang munculnya berbagai persoalan sosial, mulai dari kenakalan remaja, geng, hingga penyalahgunaan narkoba.
“Kalau anak tidak menemukan kenyamanan di rumah, mereka akan mencari di luar. Pintu pertamanya sekarang lewat gawai, lalu pergaulan,” ujarnya.
Najib menilai, derasnya arus informasi digital membuat tantangan keluarga semakin berat. Meski seluruh anggota keluarga berkumpul di rumah, komunikasi emosional sering kali tetap tidak terbangun karena perhatian tersedot oleh gawai.
Ia mengingatkan peran ayah sebagai guru, motivator, sekaligus penyelesai masalah dalam keluarga tidak bisa digantikan teknologi.
“Banyak keluarga tinggal serumah, tapi komunikasi batinnya kosong. Peran ayah perlahan tergeser oleh gawai,” tegasnya.
Najib juga menyoroti risiko paparan informasi digital yang tidak terfilter, terutama bagi anak-anak. Ia mengingatkan internet memberi akses sangat luas terhadap berbagai informasi, termasuk konten berbahaya yang tidak sesuai usia.
Menurutnya, tanpa pendampingan keluarga, anak sangat rentan terpapar konten negatif, mulai dari kekerasan, radikalisme, hingga narkoba.
Ia mencontohkan, bagaimana rasa penasaran sederhana anak di internet bisa berkembang menjadi ancaman serius jika tidak mendapat pengawasan.
“Informasi sekarang sangat bebas. Kalau tidak ada filter dari keluarga, dampaknya bisa berbahaya,” katanya.
Najib mendorong para orang tua mulai membangun kembali komunikasi yang sehat di rumah. Salah satunya dengan menciptakan waktu khusus tanpa gawai agar seluruh anggota keluarga dapat berinteraksi secara langsung.
Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, ikut memperkuat ketahanan keluarga melalui penguatan peran ayah.
Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan fondasi utama bagi ketahanan masyarakat dan bangsa.
“Kalau keluarga kuat, masalah sosial juga bisa ditekan. Hulu dari ketahanan bangsa itu ada pada ketahanan keluarga,” pungkasnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
