Beranda Opini Etika Ketika Berbelanja pada Masa Pandemi

Etika Ketika Berbelanja pada Masa Pandemi

564
0
Ilustrasi - foto istimewa styl.com

Oleh : Naura, Mahasiswa Psikologi dari Universitas Islam Indonesia

Pada tahun 2020 ini, seluruh masyarakat yang tinggal di berbagai negara mengalami permasalahan yang diakibatkan oleh wabah virus bernama SARSCoV-2 atau Corona dan lebih dikenal dengan nama penyakitnya yaitu COVID19. Semenjak bulan Desember tahun 2019 lalu, mulai bermunculan kasus-kasus COVID-19 yang melanda di berbagai negara, termasuk di Indonesia yang baru muncul sekitar bulan Maret tahun 2020.

Hal ini menyebabkan seluruh masyarakat untuk tetap berada didalam rumah dan tidak diperbolehkan keluar rumah apabila keadaan yang tidak mendesak. Kasus COVID-19 ini juga mengakibatkan banyaknya tempat wisata, tempat perbelanjaan, dan sekolah yang harus di tutup agar virus tidak menyebar dan dapat segera hilang. Di Indonesia sendiri, upaya yang dilakukan agar tidak menyebarnya virus tersebut adalah adanya lockdown yang diberlakukan di seluruh daerah di Indonesia. Berbagai macam aktivitas pun dibatalkan dengan alasan mengurangi penyebaran COVID-19 ini.





Akibat dari adanya pandemi ini, gaya hidup masyarakat pun mulai berubah. Sebelumnya, jika kita ingin pergi keluar rumah, kita hanya membawa barang-barang penting yang diperlukan. Namun, sekarang di masa pandemi ini barang bawaan yang dibawa tidak hanya yang diperlukan, tetapi ditambah dengan barang-barang yang harus ada setiap kita akan keluar rumah seperti masker, sarung tangan, pembersih tangan, dan lainnya.

Benda-benda tersebut di masa pandemi sudah menjadi benda wajib yang harus ada di setiap barang bawaan seseorang. Pada masa pandemi ini banyak peraturan atau protokol baru yang ditetapkan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus. Beberapa diantaranya seperti menjaga jarak, membawa peralatan makan sendiri, menghindari kerumunan, dan lainnya. Selama masa pandemi ini, banyak dari kita mulai berbelanja demi memenuhi kebutuhan saat pandemi terjadi dan jumlahnya bisa melebihi dari kebutuhan sebelum pandemi. Banyak orang berbondong-bondong untuk membeli sesuatu secara berlebihan dan mengakibatkan kelangkaan barang tersebut.

Namun, tetap saja pada saat berbelanja kita harus mengikuti protokol yang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh permerintah agar kita sebagai masyarakat dapat mencegah terjadinya penularan dan penyebaran virus dari satu individu ke individu lainnya. Pada masa pandemi ini, tentu saja banyak dari kita yang harus memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berbelanja kebutuhan pokok yang harus dibeli.

Namun, terkadang masih saja beberapa orang diantaranya belum menerapkan protokol yang ditetapkan oleh pemerintah pada saat akan keluar rumah, terlebih pada saat berbelanja dimana tempat perbelanjaan tersebut sudah dipastikan akan banyak orang yang datang. Tempat perbelanjaan ini menjadi salah satu tempat yang diyakini menjadi salah satu tempat yang berpeluang besar dalam menyebarkan virus. Pada tempat perbelanjaan tersebut pun tak bisa dipungkiri bahwa muncul kemungkinan untuk kita bersinggungan dengan orang lain dengan jarak dekat atau bahkan menyentuh barang yang sudah disentuh orang lain.

Protokol saat berbelanja ini pun perlu dicermati baik-baik karena bisa saja terjadi penyebaran suatu virus, tidak harus Corona namun, bisa juga virus lainnya. Protokol yang diberlakukan pada saat melakukan aktivitas berbelanja pun benarbenar harus dipatuhi dan dilaksanakan sebab kita tidak tahu kondisi orang-orang yang sedang melakukan aktivitas berbelanja, bisa saja kondisi tubuh mereka sedang tidak sehat dan juga kita tidak boleh sembarang menyentuh sesuatu. Beberapa protokol yang harus dilakukan ketika akan berbelanja bisa dengan mencuci tangan sebelum masuk ke tempat perbelanjaan, mengecek suhu badan, membawa tas belanja sendiri dari rumah, menggunakan masker, meminimalisir pembayaran menggunakan tunai, membuat daftar belanja agar lebih efisien dan efektif, menjaga jarak pada saat mengantre, dan lainnya.

Protokol tersebut harus kita laksanakan pada saat kita melakukan aktivitas berbelanja untuk meminimalisir terjadinya penyebaran virus. Tidak hanya saat berbelanja, namun, juga setelah berbelanja seperti membersihkan barang belanjaan dan memindahkannya ke dalam wadah yang lebih bersih dan mudah untuk disimpan. Sebab, pada barang tersebut kita tidak tahu bahwa barang tersebut bersih dari kotoran atau tidak.

Jika kita tidak melaksanakannya, maka, peluang penyebaran virus pun akan semakin tinggi dan kasus yang muncul akan semakin banyak serta nantinya angka yang menunjukkan jumlah kasus yang terjadi tidak bisa dikendalikan jika kita tidak menerapkannya. Oleh karena itu, kita harus mematuhi dan melaksanakan protokol yang sudah ditetapkan tersebut , bukan hanya sekedar memberitahu dan menyebarluaskan saja tanpa melaksanakan protokol tersebut pada kehidupan sehari-hari sebab hal ini bukanlah hal sepele yang bisa diremehkan begitu saja jika keinginan untuk pandemi ini segera berakhir sangat tinggi.

(***)