SERANG — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-45 di Auditorium Untirta, Sindangsari, Kamis (1/10/2026). Mengusung tema “Sinergi Inovasi, Berdampak Nyata Membangun Negeri”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Untirta untuk merefleksikan perjalanan selama 45 tahun sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
Ketua Panitia Dies Natalis, Meutia, mengatakan Dies Natalis tidak sekadar menjadi seremoni peringatan bertambahnya usia institusi. Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh sivitas akademika untuk merefleksikan perjalanan, pencapaian, dan kontribusi Untirta.
“Peringatan Dies Natalis bukan sekadar perayaan bertambahnya usia institusi. Lebih dari itu, momentum ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk melakukan refleksi atas perjalanan panjang, pencapaian, serta sumbangsih nyata Untirta tercinta bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” ujarnya.
Meutia mengatakan tema “Sinergi Inovasi, Berdampak Nyata Membangun Negeri” menegaskan bahwa kualitas perguruan tinggi tidak hanya terlihat dari reputasi, tetapi juga dari manfaat lulusan dan hasil riset bagi masyarakat.
“Tema ini mengingatkan kita bahwa kualitas sebuah perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari seberapa besar reputasi internalnya, tetapi dari seberapa besar dampak positif yang diberikan lulusan dan karya risetnya kepada masyarakat luas,” katanya.
Ia mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan Dies Natalis ke-45 sebagai momentum untuk memperkuat semangat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, membangun kolaborasi lintas sektor, dan menjaga integritas dalam menjalankan visi serta misi universitas.
Panitia menggelar berbagai kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-45 sejak September hingga Oktober. Kegiatan tersebut mencakup bidang akademik, riset, olahraga, seni, lingkungan, sosial, hingga hiburan.
Pada bidang akademik dan riset, Untirta menggelar berbagai kegiatan ilmiah serta kerja sama riset internasional dengan mitra dari Prancis, Australia, dan Afrika Selatan. Panitia juga menggelar kegiatan olahraga, seni, kearsipan, penanaman pohon, perlombaan, gerak jalan kreasi, hingga kegiatan memancing.
Sejumlah kegiatan sosial turut digelar, antara lain Untirta Award, santunan anak yatim dan dhuafa, pemeriksaan dan pengobatan gratis, donor darah, serta seminar motivasi keluarga. Panitia juga menyerahkan ijazah Paket C kepada Pesantren Huffazh Mambaul Quran dan menggelar pemilihan Duta Kampus.
Rangkaian kegiatan tersebut turut membuka ruang bagi sivitas akademika untuk memperkenalkan karya riset dan inovasi. Panitia menjadwalkan seluruh rangkaian Dies Natalis ditutup dengan agenda apresiasi dan konser musik pada 16 Oktober.
“Berbagai kegiatan dilaksanakan mulai September sampai Oktober. Banyak sekali yang sudah kita lakukan, baik di bidang ilmiah, kerja sama riset internasional, olahraga, seni, kearsipan, penanaman pohon, hiburan, aneka lomba, hingga kegiatan sosial,” tutur Meutia.
Untirta Menuju Kampus Berkelanjutan
Memasuki usia ke-45, Untirta terus mengembangkan transformasi institusi untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Rektor Untirta Fatah Sulaiman mengangkat tema “Transformasi Untirta sebagai Kampus Berkelanjutan” dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-45. Ia menempatkan konsep Healthy, Integrated, Smart and Green atau HITS and Green University sebagai bagian penting dari arah transformasi Untirta.
Konsep tersebut berlandaskan nilai JAWARA dan bertujuan membangun ekosistem kampus yang sehat, cerdas, hijau, inklusif, serta memberikan dampak bagi generasi sekarang dan masa depan.
Arah tersebut sejalan dengan visi Untirta untuk menjadi Healthy, Integrated, Smart and Green University menuju PTN Berbadan Hukum yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global pada 2030.
“Terwujudnya Untirta sebagai Healthy, Integrated, Smart and Green (HITS and Green) University menuju PTN Berbadan Hukum yang Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global Tahun 2030,” menjadi arah yang ditegaskan dalam visi universitas.
Untuk mencapai target tersebut, Untirta memperkuat sejumlah aspek strategis. Upaya itu mencakup pengembangan infrastruktur ICT dan sistem informasi terintegrasi, penguatan tata kelola, penjaminan mutu akademik, pengembangan kelompok riset, percepatan guru besar, hilirisasi riset, pengembangan pusat inkubator bisnis, serta persiapan menuju PTN-BH.
Untirta juga mengembangkan aset dan infrastruktur kampus. Rektor menyebut kondisi lima kampus Untirta terus mengalami peningkatan sejak 2018 hingga 2026. Pengembangan tersebut antara lain berlangsung di Kampus Sindangsari serta melalui penambahan aset lahan kampus baru di Cadasari, Pandeglang.
Dalam aspek lingkungan, Untirta mengembangkan sejumlah program keberlanjutan. Program tersebut meliputi pemanfaatan energi terbarukan, konservasi dan daur ulang air, pengelolaan sampah terpadu, pengurangan penggunaan kertas dan plastik, pengembangan ruang terbuka hijau, kawasan hutan kampus, area resapan air, jalur pedestrian hijau, dan arboretum.
Untirta juga mengembangkan transportasi ramah lingkungan melalui sepeda, bus kampus, golf cart, carpool, serta program car free day.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga terlihat dari keikutsertaan Untirta dalam pemeringkatan UI GreenMetric. Selama enam tahun mengikuti pemeringkatan tersebut, capaian Untirta terus mengalami peningkatan.
Menetapkan Target Transformasi
Untirta telah menetapkan sejumlah target strategis untuk memperkuat transformasi institusi. Target tersebut mencakup penguatan akreditasi dan pemeringkatan internasional, masuk lima besar perguruan tinggi berkelanjutan di Indonesia versi UI GreenMetric, mencapai 100 guru besar, membangun dana abadi Rp500 miliar, mewujudkan PTN-BH, merealisasikan Rumah Sakit Pendidikan Untirta, serta memperkuat integritas akademik dan nonakademik.
Fatah mengatakan berbagai capaian Untirta merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika. Menurutnya, modernisasi infrastruktur Green Campus, peningkatan reputasi akademik, serta berbagai rekognisi nasional dan internasional menunjukkan kontribusi seluruh sivitas akademika dalam membangun Untirta.
“Dengan semangat bahu-membahu dan gotong royong, Untirta mampu melompat tinggi. Kampus yang dahulu kita impikan kini berdiri tegak sebagai kampus yang maju, berwibawa, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengatakan capaian tersebut tidak hanya dapat dilihat dari angka, penghargaan, atau sertifikat. Lebih dari itu, capaian tersebut menunjukkan kerja kolektif sivitas akademika dalam menghadapi berbagai tantangan dan mendorong kemajuan universitas.
Dalam momentum Dies Natalis ke-45, Fatah juga menyampaikan pesan mengenai keberlanjutan kepemimpinan Untirta. Ia berharap generasi penerus dapat melanjutkan berbagai program yang telah dibangun dan menjaga Untirta sebagai rumah bersama.
“Saya titipkan rumah besar kita bersama ini. Lanjutkan hal-hal baik yang telah kita tanam. Rawatlah Untirta Jawara sebagai kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang kehadirannya memberikan dampak nyata,” katanya.
Fatah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas kebersamaan, dedikasi, dan gotong royong selama hampir delapan tahun. Ia berharap Untirta terus berkembang di tingkat global tanpa kehilangan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Jadikan Untirta makin maju, makin menjulang tinggi di panggung dunia, namun tetap membumi dalam mengabdi kepada masyarakat dan bangsa,” pesannya.
Menutup sambutannya, Fatah mengajak seluruh sivitas akademika terus bersinergi dan berinovasi untuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan negeri.
“Selamat Dies Natalis ke-45 Untirta. Terus bersinergi, berinovasi, berdampak nyata membangun negeri. Untirta Jawara!” pungkasnya.
Pameran Karya dan Inovasi
Momentum Dies Natalis ke-45 juga dimeriahkan dengan pameran karya dan inovasi. Pameran tersebut menampilkan berbagai hasil riset, karya, dan produk inovatif sivitas akademika Untirta.
Pameran menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk memperkenalkan karya yang memiliki nilai akademik sekaligus berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Beragam karya yang ditampilkan menunjukkan upaya Untirta mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan inovasi. Pameran tersebut sekaligus memperkuat pesan Dies Natalis ke-45 bahwa perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan dan penelitian, tetapi juga perlu menghadirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan pembangunan. ***
