
SERANG – Elevasi muka air Waduk Karian terus menurun akibat minimnya debit air dari hulu selama musim kemarau. Unit Pengelola Bendungan (UPB) Karian menyebut, penurunan tersebut bagian dari pengaturan operasi waduk untuk memenuhi kebutuhan irigasi sekaligus menyiapkan tampungan menghadapi musim hujan.
Kepala UPB Karian, Vita Ariesta Fitriana mengatakan, elevasi muka air waduk saat ini berada di angka 62,6 meter di atas permukaan laut (mdpl). Menurutnya, kondisi tersebut masih sesuai dengan Rencana Tahunan Operasi Waduk 2025/2026 karena berada dalam Batas Operasi Normal Atas (BON A).
“Memang ada penurunan elevasi tinggi muka air waduk karena kurangnya debit masukan dari hulu selama musim kering ini. Sementara waduk harus beroperasi untuk menyediakan air bagi Daerah Irigasi Ciujung menjelang Musim Tanam I pada awal November,” kata Vita, Kamis (29/10/2026).
Penurunan muka air terlihat lebih jelas di sejumlah kampung karena posisi wilayahnya berada pada elevasi relatif tinggi. Lokasi tersebut meliputi Kampung Somang di Desa Sukarame serta Kampung Bondol dan Kampung Taganjing di Desa Sukajaya. Wilayah-wilayah itu berada pada ketinggian sekitar 62 hingga 75 mdpl.
Vita menjelaskan, UPB Karian terus memantau penyusutan muka air dan mengatur operasi waduk sesuai rencana.
Pengelola menargetkan elevasi turun hingga 61,7 mdpl, sesuai Batas Operasi Normal Atas (BON A). Jika kondisi hujan mulai mendukung, pengelola akan menurunkan elevasi menuju Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW) normal pada 60 mdpl.
Selain menjaga pasokan air untuk irigasi, pengaturan elevasi pada Oktober juga bertujuan menyediakan ruang tampungan untuk menampung aliran air saat musim hujan. Pengelola memperkirakan musim hujan mulai pada November.
UPB Karian terus memantau kondisi waduk untuk menyeimbangkan kebutuhan air irigasi dengan kesiapan menghadapi peningkatan debit saat musim hujan.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah