Beranda Bisnis Ekonomi Banten Tumbuh 5,9 Persen, Gubernur: Andalkan Digitalisasi dan UMKM

Ekonomi Banten Tumbuh 5,9 Persen, Gubernur: Andalkan Digitalisasi dan UMKM

Gubernur Banten Andra Soni memberikan sambutan pada acara launching Shafara dan Digiwara. (Istimewa)

TANGSEL — Gubernur Banten, Andra Soni, optimistis tren pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten terus meningkat hingga akhir 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,9 persen dengan mengandalkan penguatan ekonomi digital dan kolaborasi bersama pelaku usaha.

Hal itu disampaikan Andra saat membuka Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (22/5/2026) malam.

“Pertumbuhan ekonomi Banten tahun 2024 mencapai 4,79 persen. Tahun 2025 naik menjadi 5,37 persen. Insya Allah akhir 2026 kita targetkan tumbuh 5,9 persen,” ujar Andra.

Ia menegaskan, target tersebut tidak akan tercapai tanpa kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, industri kreatif, dan sektor digital. Menurutnya, Banten saat ini menjadi salah satu daerah dengan tingkat digitalisasi ekonomi tertinggi di Indonesia.

Andra juga menyoroti capaian Tangsel yang mencatat transaksi digital terbaik se-Pulau Jawa dan Bali sepanjang 2025.

“Kalau sudah terbaik di Jawa-Bali berarti levelnya nasional. Tapi capaian ini jangan berhenti di Tangsel saja, daerah lain juga harus berkembang,” tegasnya.

Ia turut mengapresiasi para pelaku UMKM yang ikut meramaikan Festival Shafara dan Digiwara 2026. Menurutnya, kontribusi masyarakat dan dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan ekonomi digital di Banten.

“Banten sekarang menempati peringkat ketiga nasional dalam digitalisasi ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa mengatakan, Festival Shafara dan Digiwara 2026 menggabungkan penguatan ekonomi syariah dan ekonomi digital dalam satu agenda besar.

“Shafara fokus memperluas ekonomi syariah, Digiwara memperkuat transaksi digital. Sekarang keduanya saling mendukung,” ujarnya.

Ameriza menyebut transaksi berbasis syariah kini semakin banyak menggunakan sistem digital. Ia juga menilai Tangsel berhasil menjadi contoh daerah dengan perkembangan ekonomi digital paling pesat di Indonesia.

Baca Juga :  PT Krakatau Steel dan Group Salurkan Bantuan Gempa Lombok

“Bisa dikatakan Tangsel ini juara nasional,” katanya.

Selain Tangsel, sejumlah daerah lain di Banten juga mulai menunjukkan peningkatan transaksi digital. Pemerintah dan Bank Indonesia kini mendorong wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang agar lebih agresif mengembangkan sistem pembayaran non tunai.

Dalam Digiwara Award 2026, Kabupaten Lebak dan Cilegon meraih penghargaan rasio transaksi KKI tertinggi. Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon mencatat volume transaksi KKI terbanyak, sementara Lebak dan Tangsel meraih penghargaan utilisasi pembayaran digital tertinggi.

Tim Redaksi