Beranda Pilkada Serentak 2020 Edi dan Ati Berpotensi Tarung di Pilkada Cilegon 2020

Edi dan Ati Berpotensi Tarung di Pilkada Cilegon 2020

693
0
Walikota Cilegon Edi Ariadi (kiri) dan Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati (kanan) - foto istimewa

 

CILEGON – Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia Banten, Syaiful Bahri memberikan pandangannya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cilegon 2020.

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten ini menilai perpolitikan di Cilegon masih cukup dinamis. Sebab, para bakal kandidat masih berhitung dan menunggu momen tepat untuk berkompetisi di pesta demokrasi 5 tahunan tersebut.





Begitu juga kemungkinan para petahana yakni Edi Ariadi yang saat ini menjabat Walikota Cilegon bisa berhadapan dengan Wakilnya yakni Ratu Ati Marliati.

Menurut Syaiful hal tersebut tidak menutup kemungkinan keduanya bakal bertarung pada Pilkada Cilegon 2020 mendatang.

“Pak Edi yang saat ini menjabat incumbent juga punya peluang maju karena saat ini masih menjabat Walikota dan statusnya incumbent, namun pak Edi harus benar-benar memegang parpol, titik krusial hari ini kan beliau merasa memiliki atau dimiliki parpol apa?, itu yang penting,” ujar Syaiful kepada BantenNews.co.id, Sabtu (21/9/2019).

Bila ingin maju pada Pilkada Cilegon 2020, kata Syaiful, Edi harus punya partai politik yang bisa mengusung dirinya.

“Saya kira pak Edi masih punya daya tarik, namun bergantung komunikasi politik Pak Edi dengan elit Parpol. Untuk elektabilitas menurut saya masih ada, karena sekarang beliau menjabat Walikota Cilegon,” jelasnya.

Sementara Ratu Ati Marliati yang saat ini menjadi Wakil Walikota Cilegon, menurut Syaiful, memiliki peluang besar maju sebagai Kandidat Walikota pada Pilkada Cilegon 2020 mendatang. Secara tidak langsung Ati sudah dipersiapkan Partai Golkar.

Dimana Golkar bisa mengusung Calon Walikota tanpa memerlukan koalisi dengan partai lainnya. Sebab, Golkar mendapatkan sebanyak 10 kursi di DPRD Kota Cilegon.

“Bu Ati adalah kandidat dari Partai Golkar yang tanpa berkoalisi pun bisa mencalonkan diri, tinggal cari pasangan saja. Problematika Golkar adalah jangan sampai salah pasangan saja, karena kan kepala daerah diajukan harus berpasangan. Kalau salah pasangan akan mempengaruhi elektabilitas,” terangnya.

Dia menyatakan bahwa Ratu Ati Marliati adalah birokrat yang berpengalaman.

“Itu salah satu poin, ditambah lagi yang bersangkutan sekarang sudah memegang remot partai, begitu kira-kira. Namun begitu harus cermat memilih pasangannya dan koalisi parpolnya,” imbuhnya.

(Man/Red)