Beranda Pilkada Serentak 2020 Demokrat Sarankan Kampanye Pilkada Gunakan Medsos dan Media Massa

Demokrat Sarankan Kampanye Pilkada Gunakan Medsos dan Media Massa

582
0
Ketua DPD Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya, usai menghadiri ulang tahun Demokrat ke-19 disebuah lapangan futsal di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (19/9/2020).

 

SERANG – Partai Demokrat menyarankan peserta dan penyelenggara pilkada bisa memanfaatkan tekhnologi maupun media sosial (medsos) untuk berkampanye. Sehingga tidak ada kampanye tatap muka yang mengumpulkan kerumunan orang.

Jika ini bisa dilakukan, maka pilkada bisa terus dilaksanakan, menekan angka penularan Corona dan perekonomian dapat terus berjalan. Sehingga Indonesia maupun Banten, bisa terhindar dari resesi ekonomi.



“Kampanye terbuka kan melibatkan kerumunan massa, harus kita hindari, kampanye kreatif melalui udara, agar pesan nya tetap sampai. Mungkin begitu pengenalannya, melalui medsos dan virtual,” kata Ketua DPD Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya, usai menghadiri ulang tahun Demokrat ke-19 disebuah lapangan futsal di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (19/9/2020).

Demokrat di Banten mengusung dua kadernya untuk maju di Pilkada serentak, yakni Siti Nur Azizah sebagai calon walikota Tangsel dan Eki Baihaki sebagai Calon Bupati Serang.

Kemudian di Kota Cilegon, dia mengusung Paslon Iye-Awab yang akan melawan inchumbent. Sedangkan di Kabupaten Pandeglang, Demokrat mendukung inchumbent Irna Narulita-Tanto Warsono Arban.

“Ya targetnya pasti menang semua, di empat daerah Pilkada itu. Tapi semua harus tetao patuh sama protokol kesehatan,” jelasnya.

Jika nantinya pilkada ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan, dia bersama partai Demokrat Banten akan mengikuti peraturan pemerintah.

Namun dia menyayangkan jika pilkada 09 Desember 2020 nanti ditunda, lantaran segala prosesnya sudah berjalan dan maraknya tekhnologi informasi yang bisa dipakai untuk kampanye. Sehingga bisa meminimalisir kerumunan massa dan protokol kesehatan (prokes) covid-19 bisa tetap dilakukan.

“Ini kan negara demokrasi, sah-sah saja (kalau mau di tunda). Kalau kenurut saya kan sudah setengah jalan, kita bisa meminimalisir penularan itu dengan menggunakan tekhnologi yang ada,” terangnya. (Red)