
SERANG – Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia menggelar safari diplomatik dan religi ke sejumlah titik strategis di Provinsi Banten. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Duta Besar Iran sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan tokoh agama, sekaligus meluruskan berbagai isu internasional yang berkembang.
Rangkaian kunjungan tersebut meliputi kediaman Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Embay Mulya Syarief, Pondok Pesantren Insan Cita Serang (ICS), hingga markas PB Al-Khairiyah di Cilegon. Dalam setiap pertemuan, Dubes Iran menekankan pentingnya dialog lintas negara yang berbasis nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Selain memperkuat ukhuwah, kunjungan ini juga menjadi momentum diplomasi terbuka terkait situasi geopolitik di Timur Tengah. Delegasi Iran berdialog langsung dengan para ulama dan santri mengenai eskalasi konflik yang terjadi, sekaligus menyampaikan posisi resmi negaranya.
Di Ponpes Insan Cita Serang, diskusi berlangsung dinamis. Seorang santriwati, Nabila, menyoroti kabar penahanan kapal minyak Indonesia di Selat Hormuz. Menanggapi hal tersebut, Dubes Iran melalui delegasinya memberikan klarifikasi bahwa tidak ada penyanderaan.
“Kami tegaskan, tidak ada penahanan sepihak. Kapal tersebut hanya mengikuti prosedur dan antrean sesuai regulasi maritim internasional di kawasan Selat Hormuz,” jelas perwakilan Kedubes Iran, Senin (30/3/2026).
Delegasi juga memastikan seluruh proses berjalan transparan dan sesuai hukum internasional, sekaligus menepis berbagai informasi yang dinilai tidak akurat.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tokoh agama Banten turut menyampaikan pandangan mereka terkait konflik global. Pimpinan Majelis Iman Nafian, Fikri, menyuarakan solidaritas terhadap Iran serta mengkritisi dinamika yang terjadi di Timur Tengah.
Sementara itu, Dubes Iran menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari diplomasi aktif untuk membangun pemahaman bersama serta memperkuat hubungan Indonesia–Iran di tingkat masyarakat.
Rangkaian safari kemudian dilanjutkan ke PB Al-Khairiyah di Kota Cilegon. Kunjungan ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara Iran dan masyarakat Banten, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas terkait isu-isu global berbasis perspektif kemanusiaan dan perdamaian.
Penulis: Ade Faturohmam
Editor: Usman Temposo