Beranda Pemerintahan DPUPR Pandeglang Angkat Bicara soal Warga yang Swadaya Perbaiki Jalan

DPUPR Pandeglang Angkat Bicara soal Warga yang Swadaya Perbaiki Jalan

Warga Pandeglang patungan perbaiki jalan. (IST)

PANDEGLANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang angkat bicara soal warga Kampung Cengkel, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, yang mengaspal jalan secara swadaya.

Warga sebelumnya mengumpulkan uang secara patungan untuk memperbaiki jalan kabupaten yang disebut telah puluhan tahun tak kunjung mendapat perbaikan dari pemerintah daerah.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan mengatakan, ruas jalan di Kampung Cengkel belum masuk dalam program tematik DPUPR.

“Kalau yang Cengkel itu kita belum masuk tematik. Kalau yang Cilaja, Cilageja, Pagerbatu, itu kita coba inventarisir. Mudah-mudahan ada anggaran tematik,” kata Andrian, Kamis (27/8/2026).

Andrian menuturkan, DPUPR saat ini masih berfokus menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang menjadi prioritas. Sementara usulan di luar program tersebut dapat diakomodasi melalui berbagai sumber anggaran, termasuk pokok pikiran (pokir).

Terkait aksi warga yang memilih mengaspal jalan dengan dana swadaya, Andrian mengapresiasi langkah tersebut. Dia mengakui pemerintah daerah belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur masyarakat.

“Yang pasti kita berterima kasih, karena memang kita sampai saat ini belum mampu membangun semua harapan masyarakat. Memang ada keterbatasan yang kita miliki,” ujarnya.

Dia memastikan Pemkab Pandeglang terus berupaya mencari sumber pembiayaan lain untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.

Menurutnya, DPUPR tidak hanya mengandalkan anggaran daerah. Pihaknya juga mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

“Selama ini kita selalu mencari sumber-sumber anggaran yang bisa membantu. Salah satunya dari provinsi, mulai program Bank Banten atau program lainnya,” jelasnya.

Selain itu, DPUPR juga mengusulkan penanganan jalan melalui program pemerintah pusat, seperti Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kita selalu menyampaikan minat untuk keikutsertaan dan memenuhi kriteria-kriteria yang mereka tentukan. Tinggal memang pemberi bantuan ini yang menentukan,” katanya.

Baca Juga :  DPUPR Pandeglang Klaim Belum Terima Laporan Jembatan Ambruk di Cigeulis

Andrian menambahkan kondisi kemampuan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh.

Karena itu, pihaknya berharap dukungan dari berbagai sumber pembiayaan dapat membantu mempercepat penanganan ruas-ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Pandeglang.

Sebelumnya diberitakan, Ironi pembangunan terjadi di Kabupaten Pandeglang. Warga Kampung Cengkel, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, harus patungan dan bergotong royong mengaspal jalan kabupaten yang puluhan tahun tak kunjung diperbaiki pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Yang membuat kondisi ini semakin miris, jalan yang diperbaiki menggunakan uang warga tersebut hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Kantor Bupati Pandeglang. Di tengah pusat pemerintahan daerah, warga justru mengambil alih peran pemerintah untuk membenahi akses jalan yang setiap hari mereka gunakan.

Penulis : Mg-Madani Prasetia

Editor : TB Ahmad Fauzi