Beranda Pemerintahan DPRD Tangsel Soroti Lemahnya Pengawasan Sekolah Usai Dugaan Child Grooming di SMK...

DPRD Tangsel Soroti Lemahnya Pengawasan Sekolah Usai Dugaan Child Grooming di SMK Letris

Gerbang pintu masuk SMK Letris Pamulang, Tangsel. (Ahmad Rizki/bantennews)

TANGSEL — Dugaan manipulasi emosional yang mengarah pada pelecehan terhadap siswi di SMK Letris 2 Pamulang mendapat sorotan DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Anggota Fraksi PSI DPRD Tangsel, Ferdiansyah menilai, pengawasan di lingkungan sekolah masih lemah dan membuka peluang evaluasi terhadap Satgas TP2A yang dibentuk pemerintah kota.

Ferdiansyah menegaskan, kasus yang menyeret mantan kepala sekolah berinisial AMA itu menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan agar memperkuat perlindungan terhadap siswa.

Ia meminta, semua pihak tidak menganggap enteng dugaan kasus tersebut meski polisi masih melakukan penyelidikan.

“Saya pribadi sangat menyayangkan hal ini terjadi. Walau masih bersifat dugaan, pemberitaan dan perwakilan siswa sudah menyampaikan informasi dari apa yang mereka ketahui dan alami selama ini di sekolah,” kata Ferdiansyah kepada BantenNews.co.id, Rabu (20/5/2026).

Kasus dugaan child grooming itu mencuat setelah sejumlah siswa dan alumni mengunggah kesaksian serta dugaan bukti melalui media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Dugaan tersebut ramai diperbincangkan usai kegiatan pelepasan siswa kelas XII pada 7 Mei 2026.

Ferdiansyah menilai, sekolah, dinas pendidikan, hingga seluruh pemangku kepentingan harus memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan.

“Para stakeholder harus melakukan langkah preventif atas segala hal tidak baik yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Legislator dari daerah pemilihan Pamulang itu juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memberi pendampingan psikologis kepada siswa yang diduga menjadi korban. Ia turut mendorong sosialisasi lebih masif terkait sekolah ramah anak dan pencegahan kekerasan seksual.

Ferdiansyah menyebut DPRD Tangsel juga membuka kemungkinan mengevaluasi efektivitas Satgas TP2A yang selama ini berjalan di sekolah-sekolah.

“Mungkin saja dilakukan evaluasi agar dapat melihat sejauh mana efektivitas dari satgas-satgas tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Aset dan Pendapatan Pemkab Serang Disorot KPK

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyatakan, pemerintah telah meminta dinas terkait memberikan pendampingan kepada siswa yang diduga menjadi korban. Ia menegaskan perlindungan anak dan perempuan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Saat ini, Polres Tangsel bersama Polda Banten masih mendalami kasus tersebut. Polisi masih memverifikasi informasi dan dugaan yang beredar di tengah masyarakat.

Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd