
TANGERANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang segera memperbaiki sejumlah fasilitas umum penunjang transportasi publik yang rusak dan terbengkalai. Salah satunya jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Daan Mogot dan kawasan Cikokol yang dinilai membahayakan pejalan kaki serta pelajar.
Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang Arif Wibowo menegaskan, perbaikan sarana penunjang transportasi umum harus menjadi prioritas Pemkot Tangerang. Langkah tersebut penting untuk menjamin keselamatan masyarakat sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Kalau kita punya kebijakan atau keinginan untuk melakukan migrasi secara berkelanjutan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum, sarana pendukungnya perlu kita pastikan berfungsi secara baik,” ujar Arif kepada Bantennews.co.id, Rabu (2/9/2026).
Ia menambahkan, aspek keselamatan pengguna jalan tidak boleh diabaikan oleh dinas terkait. “Sebab kalau sudah bicara keselamatan, keselamatan itu ada istilah hukum yang tertinggi,” tegasnya.
Arif mengatakan DPRD Kota Tangerang akan mendorong pengalokasian anggaran untuk memperbaiki fasilitas publik dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. Pemkot Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diminta segera memetakan serta menganalisis tingkat kerusakan fasilitas tersebut.
“Saya akan mendorong agar dilakukan pemetaan seluruh sarana pendukung tadi yang memang perlu dilakukan perbaikan dan kita dorong anggarannya di perubahan,” kata Arif.
Mengancam Keselamatan Warga
Kondisi fasilitas publik yang terbengkalai terlihat di ruas Jalan Daan Mogot, tepat di depan SMPN 5 Kota Tangerang. JPO yang menjadi akses utama penyeberangan pelajar dan warga itu sudah tidak difungsikan sejak Oktober 2025 akibat kerusakan struktur bangunan dan atap yang sempat roboh.
Hingga kini, akses tangga JPO ditutup menggunakan seng biru dan pita pembatas. Sementara itu, bagian atas jembatan tidak dilengkapi pagar pengaman yang memadai.
Petugas keamanan SMPN 5 Kota Tangerang, Joni, mengatakan kerusakan JPO membuat aktivitas penyeberangan jalan menjadi berisiko. Petugas harus bekerja ekstra untuk mendampingi siswa menyeberangi jalan raya yang padat kendaraan.
“Ya, kita sebagai petugas keamanan hanya bisa memantau atau membantu siswa-siswi dalam menyeberang jalan ya, karena JPO-nya kan seperti ini, keadaannya rusak kayak begini. Kalau saya, hanya sebatas membantu dan mengawasi siswa-siswi kalau menyeberang jalan,” tutur Joni.
Joni berharap instansi berwenang segera mengambil tindakan untuk memperbaiki fasilitas penyeberangan tersebut. “Ya harapan kami, secepat mungkin diperbaiki karena itu kan akses untuk kegiatan penyeberangan siswa-siswi kita ya, supaya bisa memakai jembatan dengan enak, menyeberang dengan lancar, tidak ada kejadian apa-apa,” tambahnya.
Selain di Jalan Daan Mogot, keluhan serupa terjadi pada JPO di seberang Puskesmas Cikokol. Meski kondisinya mengkhawatirkan, warga dan pasien puskesmas tetap terpaksa menggunakannya karena tidak memiliki alternatif penyeberangan lain yang aman.
Menanggapi desakan tersebut, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera berkoordinasi menangani perbaikan fasilitas tersebut. “Ya, itu sudah kita perintahkan. Kita lakukan koordinasi, baik internal maupun eksternal,” ujar Sachrudin.
Saat ditanya mengenai target waktu pengerjaan, Sachrudin menegaskan penanganan akan didorong secepatnya. “Secepatnya ya. Kita dorong secepatnya,” pungkasnya.
Penulis: Mg-Dwi Muksin Yulianto
Editor: Usman