TANGERANG – Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Gerindra, Agus Supriatna, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Gubernur Banten Andra Soni dalam mereformasi birokrasi dan dunia pendidikan di Tanah Jawara. Komitmen ini dirasa penting guna merealisasikan visi besar mewujudkan Banten yang adil, sejahtera, dan bebas korupsi.
Dalam sebuah wawancara yang berlangsung di tengah masa resesnya, Anggota Komisi I DPRD Banten ini mengapresiasi sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang kini dinilai jauh lebih bersih, transparan, dan terbebas dari praktik titip-menitip yang selama ini menjadi kebiasaan buruk menahun.
“Sekarang luar biasa, sudah tidak ada lagi titip-titipan siswa. Aturan tegas dari Pak Gubernur ini sangat bagus, sehingga hak anak-anak yang memang layak masuk sekolah tidak tersalip oleh jalur titipan. Sistemnya dibuat fair dan masyarakat pun setelah diberi penjelasan bisa menerimanya dengan legowo,” ujar Agus dalam Podcast Wakil Rakyat dengan Bantennews.co.id.
Tak hanya terkait penerimaan siswa, Agus juga menyoroti pengisian jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA/SMK negeri di Banten yang saat ini masih banyak diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Ia meminta agar proses seleksi definitif yang tengah berjalan benar-benar menerapkan asas meritokrasi yang ketat, mengutamakan kualitas, serta kepangkatan yang sesuai ketentuan, bukan karena unsur kedekatan politik atau lobi-lobi jabatan.
“Komisi I sangat mendukung pengisian pos-pos kosong ini berdasarkan kompetensi. Jangan sampai guru yang dedikasinya tinggi dan pangkatnya sudah mencukupi tersingkir oleh mereka yang belum waktunya,” tambahnya.
Agus juga mengingatkan kepada para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Banten agar mampu mengimbangi ritme kerja Gubernur Andra Soni yang dinilai responsif dan selalu hadir langsung di tengah-tengah masyarakat. Ia mengkritisi kebiasaan lama oknum birokrat yang bekerja monoton dan hanya sekadar menggugurkan kewajiban penyerapan anggaran tanpa adanya inovasi.
“Pak Gubernur punya keinginan kuat untuk membangun Banten yang bersih, namun ini akan bahaya jika implementasi dari para birokrat di bawahnya tidak sejalan atau masih menggunakan mental ‘mesin jadul’. Birokrasi harus berani berinovasi mencari sumber pendapatan baru dan tidak kaku selama program tersebut berpihak pada rakyat dan tidak melanggar aturan,” tegas Agus.
Di sisi lain, politisi Gerindra ini menceritakan salah satu kebahagiaan terbesar sebagai wakil rakyat adalah ketika aspirasi warga yang diserap saat reses—seperti infrastruktur jalan lingkungan, saluran air bersih, dan fasilitas sekolah—berhasil diperjuangkan hingga terealisasi. Ia mencontohkan respons positif warga di Kecamatan Kresek yang mengusulkan naturalisasi Sungai Cidurian untuk penanganan banjir, serta eforia syukuran warga setelah jalan desa mereka kini selesai dibeton oleh Pemprov Banten.
Tayangan wawancara mendalam mengenai reformasi birokrasi dan catatan masa reses dewan ini selengkapnya dapat ditonton melalui kanal resmi YouTube Banten News.
Redaksi
