Beranda Pemerintahan DLH Pandeglang Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

DLH Pandeglang Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Kepala DLH Pandeglang Rahmat Zultika. (Madani/bantennews)

PANDEGLANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah cuaca panas berkepanjangan.

Warga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.

Kepala DLH Pandeglang, Rahmat Zultika mengatakan pihaknya bersama sejumlah instansi telah melakukan piket bersama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran di kawasan TPA maupun sekitarnya.

“Sudah sekitar 20 hari kami melakukan piket bersama di TPA Bangkonol. Ada Satgas Karhutla yang melibatkan DLH, kepolisian, kesehatan, BPBD, dan unsur terkait lainnya,” kata Rahmat Zultika, Rabu (26/8/2026).

Rahmat menjelaskan, Pandeglang memiliki tiga TPA, yakni TPA Bangkonol, TPA Bojong Canar, dan TPA di Cigeulis. Namun, saat ini hanya TPA Bangkonol yang masih beroperasi.

“TPA Bojong Canar sudah tidak aktif sejak 2025. Sedangkan TPA belum dioperasikan karena masih ada persoalan dan belum siap,” ujarnya.

Menurut Rahmat, berdasarkan pemetaan, potensi kebakaran hutan di Pandeglang relatif kecil. Pandeglang juga tidak masuk wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi yang ditandai zona merah pada peta karhutla.

Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Sebab, kondisi cuaca panas berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kebakaran, terlebih masih adanya kebiasaan masyarakat membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan.

“Kalau terkait musim, berdasarkan informasi dari teman-teman BPBD dan BMKG, ada El Nino berkepanjangan atau panas yang berkepanjangan. Potensi kebakaran mungkin terjadi karena masyarakat kita kadang masih membuang puntung rokok sembarangan dan masih melakukan pembakaran sampah,” jelasnya.

Ancaman tersebut bukan tanpa alasan. Sebelumnya, kebakaran terjadi di wilayah Cigeulis dengan luasan sekitar 6 hektare. Namun, Rahmat menyebut pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai penyebab kebakaran tersebut.

Baca Juga :  Truk Kopdes Dipakai Angkut Kayu, APDESI Pandeglang Ingatkan Kades

Selain itu, kebakaran juga terjadi di kawasan TPA Bojong Canar. Dari luas area TPA sekitar 1,7 hektare, area yang terbakar diperkirakan mencapai 500 hingga 600 meter persegi.

“Untuk sumber penyebabnya, kami belum mendapatkan informasi. Untuk kejadian di TPA Bojong Canar, kami bekerja sama dengan BPBD sejak semalam,” katanya.

Rahmat menegaskan, DLH akan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan, imbauan terkait pencegahan kebakaran dan menjaga lingkungan akan diteruskan kepada seluruh camat di Pandeglang.

“Kami tidak bosan-bosan memberikan imbauan. Insya Allah akan kami sampaikan kepada seluruh camat terkait kebiasaan-kebiasaan yang berhubungan dengan lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakar sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan,” pungkasnya.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : TB Ahmad Fauzi