Beranda Pemerintahan Ditanya Kasus Rumini, Airin Kok Selalu Menghindar?

Ditanya Kasus Rumini, Airin Kok Selalu Menghindar?

450
0
Airin Rachmi Diany. (Ihya/bantennews)

TANGSEL – Kasus Rumini sudah berselang 2 bulan, namun belum ada kejelasan dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan khususnya Walikota, Airin Rachmy Diany.

Saat ditanya prihal kelanjutan kasus pungli di SDN 02 Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren yang dibongkar oleh guru bernama Rumini, Airin selalu menghindar dan melempar pertanyaan itu kepada Wakil Walikota Benyamin Davnie.

“Ke pak wakil saja yah,” singkat Airin seraya tergesa-gesa untuk memasuki mobil dinasnya usai menghadiri sidang paripurna terkait APBD Perubahan di gedung DPRD Tangsel, Jalan Raya Serpong, Kecamatan Setu, Kamis (22/8/2019) lalu.

Para pewarta yang sejak awal menunggu pun menganggap aneh walikota dua periode itu dan bungkam lantaran selalu tidak diberi hak jawab.

Hal itu terjadi bukan kali itu saja. Beberapa kali saat ditemui, Airin selalu terburu-buru, padahal awak media belum menanyakan persoalan apa pun.

Bungkamnya Airin tersebut ada dugaan bahwa, oknum sekolah yang melakukan pungli itu adalah sebagiannya orang terdekat Airin.

Dugaan itu dikarenakan penyelidikan dan investigas yang dilakukan oleh insepktorat dan Polres Tangsel atas oknum pungli itu sangat lamban, bahkan sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut.

Sebelumnya, hal yang aneh pun dikatakan pihak Ombudsman Provinsi Banten saat ditanyai kasus pungli itu. Kepala Ombudsman Banten Bambang P Sumo malah menguak pribadi Rumini bukan punglinya.

“Dari hasil klarifikasi Dinas Pendidikan Kota Tangsel terkait pemecatan Rumini tidak terkait dengan laporan Pungli tetapi terkait kasus pribadi Rumini. Berupa affair dengan guru lain di sekolah tersebut yang sangat serius dan diberikan sangsi yang berat,” kata Bambang beberapa pekan lalu.

Namun begitu, pernyataan Bambang tersebut berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Tangsel yang terkesan malah ingin menjatuhkan Rumini.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Tangerang Transparency Public Watch (TRUTH), Suhendar, mengungkapkan, kasus Rumini bakal sulit diungkap karena menghadapi banyak rintangan. Rintangan itu, menurut dia, muncul seiring dengan dugaan banyaknya pihak yang terlibat.

“Ada banyak faktor kenapa mereka takut dengan pengungkapan kasus ini. Misalnya, praktik ini telah berlangsung sejak lama dan melibatkan banyak orang, atau bahkan ada pejabat elite yang mendapat keuntungan dari praktik itu, mereka bisa jadi dekat dengan wali kota atau wakilnya,” kata Suhendar kepada BantenNews.co.id, Sabtu (24/8/2019).

Diketahui, upaya membongkar praktik Pungli telah ditempuh Rumini dengan berbagai cara, termasuk melaporkannya ke Mapolres Tangsel pada 4 Juli 2019, dengan nomo :TBL/775/K/7/2019/SPKT/ResTangsel. Sejumlah aktivis TRUTH dan petugas dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) turut mendampingi saat itu.

Namun sampai saat ini kasus itu mandeg dan seakan sudah selesai, dalam artian, Airin, Kepala Dinas Pendidikan, Polres Tangsel, dan Kepala Inspektorat telah memberikan pernyataan kepada publik, padahal kenyataannya belum sama sekali. (Ihy/Red)