LEBAK – Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kabupaten Lebak memastikan ketersediaan pangan tetap aman meski puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Pemerintah daerah mengklaim cadangan beras masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala Distapang Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin, mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras selama musim kemarau.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, ketersediaan beras di Kabupaten Lebak dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi dampak kemarau panjang tahun ini,” kata Imam kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
Imam menjelaskan, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang tersimpan di Perum Bulog mencapai sekitar 117 ton. Sementara itu, Bulog juga menyimpan stok beras sekitar 10 ribu hingga 15 ribu ton yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga hingga enam bulan ke depan.
Selain itu, Kabupaten Lebak juga mengandalkan cadangan pangan dari Lumbung Pangan Desa (LPD) yang dikelola masyarakat, termasuk komunitas adat Kasepuhan Baduy dan Banten Kidul. Total cadangan pangan dari LPD diperkirakan mencapai sekitar 40 ribu ton.
“Kita juga memiliki dukungan cadangan pangan dari Lumbung Pangan Desa (LPD), baik yang dikelola masyarakat umum maupun masyarakat adat Kasepuhan Baduy dan Banten Kidul, dengan total cadangan sekitar 40 ribu ton,” ujarnya.
Imam mengatakan, Distapang terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memantau dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.
Berdasarkan data sementara, kekeringan melanda tujuh kecamatan, yakni Cibadak, Warunggunung, Kalanganyar, Rangkasbitung, Maja, Cipanas, dan Muncang.
Kalanganyar dan Rangkasbitung masuk kategori zona merah karena luas lahan terdampak cukup besar dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat.
“Sementara Kecamatan Cipanas, Muncang, Cibadak, Warunggunung, dan Maja berada di zona kuning karena dampaknya relatif ringan dan sebagian wilayah mulai pulih berkat pompanisasi,” jelasnya.
Untuk menjaga pasokan dan menekan gejolak harga, Distapang bersama Perum Bulog rutin menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kerawanan pangan.
“Upaya ini bertujuan mengantisipasi lonjakan harga selama musim kemarau agar masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga normal,” katanya.
Selain menjaga stok pangan, Pemkab Lebak juga menyiapkan sejumlah program perlindungan bagi masyarakat. Pemerintah akan segera menyalurkan bantuan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada kelompok rentan stunting.
Sementara itu, bantuan bagi petani yang mengalami puso masih dalam tahap persiapan dan koordinasi lintas sektor.
Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
