Beranda Pemerintahan Distan Banten Waspadai Puso, Ratusan Hektare Sawah di Pandeglang Masih Terancam

Distan Banten Waspadai Puso, Ratusan Hektare Sawah di Pandeglang Masih Terancam

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, saat memberikan keterangan terkait upaya mitigasi kekeringan dan pencegahan puso di Kabupaten Pandeglang. (Foto: Madani Prasetia/BantenNews)

PANDEGLANG – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mewaspadai potensi bertambahnya lahan puso di Kabupaten Pandeglang. Saat ini, lebih dari 300 hektare sawah masih berada dalam kondisi terancam akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengatakan lahan yang masih rawan tersebut menjadi prioritas penyelamatan. Seluruh pompa air, jaringan pipanisasi, dan sistem irigasi yang telah dibangun diminta segera dioptimalkan agar sawah yang masih ditanami tidak mengalami gagal panen.

“Nah sekarang saatnya mitigasi itu harus diturunkan. Artinya alat-alat itu harus dimanfaatkan secara optimal agar lahan-lahan yang ditanami itu tidak puso,” kata Nasir saat kunjungan kerja di Kabupaten Pandeglang, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Nasir, ancaman kekeringan telah diantisipasi sejak dua tahun terakhir melalui pembangunan pipanisasi, irigasi perpipaan, serta penyaluran mesin pompa ke lahan yang memiliki sumber air permukaan.

Ia mengungkapkan, sekitar 2.095 hektare lahan pertanian di Banten terdampak musim kemarau. Namun, lahan yang sudah masuk kategori puso baru mencapai 114 hektare yang tersebar di Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, di Kabupaten Pandeglang, lahan yang sudah mengalami puso baru sekitar tiga hektare. Kendati demikian, kondisi tersebut masih berpotensi bertambah apabila lebih dari 300 hektare sawah yang kini terancam tidak segera mendapatkan pasokan air.

Nasir menyebut sekitar 670 hektare sawah berhasil diselamatkan karena telah memasuki masa panen. Namun, lahan yang belum dipanen masih membutuhkan penanganan cepat agar tidak berubah menjadi puso.

“Yang 300 hektare lebih itu yang terancam dan perlu kita selamatkan. Kalau tidak nanti masuk kategori puso,” tegasnya.

Selain mengoptimalkan sarana pengairan, Pemprov Banten juga menyiapkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan bantuan premi untuk sekitar 2.000 hektare lahan sebagai bentuk perlindungan bagi petani yang terdampak.

Baca Juga :  Ribuan Hektare Sawah di Banten Mengering, 320 Hektare Terancam Gagal Panen

Nasir memastikan petani yang lahannya mengalami puso diminta segera melapor kepada dinas pertanian setempat. Pemprov Banten akan menyalurkan bantuan benih agar petani dapat kembali menanam setelah kondisi lahan memungkinkan.

“Sehingga petani semangat untuk menanam kembali,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, musim kemarau mulai memukul sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang. Ratusan hektare sawah menghadapi ancaman kekeringan akibat minimnya pasokan air. Bahkan, sebagian petani memilih menunda masa tanam karena tidak sanggup menanggung biaya pengairan selama musim kemarau.

Penulis: Mg-Madani Prasetia
Editor: Usman Temposo