TANGERANG — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang memperkuat digitalisasi produk lokal guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui program Tangerang Pelaku Usaha Naik Kelas (Tunas). Melalui Bidang Diseminasi Informasi dan Komunikasi Publik (DIKP), Diskominfo memberikan fasilitasi promosi digital secara cuma-cuma bagi ratusan pelaku usaha kecil menengah yang berbasis di wilayah Kota Tangerang demi memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Bidang Diseminasi Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Tangerang, Ian Chavidz Rizqiullah menyatakan inisiatif ini dirancang sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi transformasi bisnis di era digital secara inklusif. Ia mengklaim, program yang telah berjalan efektif selama satu tahun terakhir ini memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan bisnis UMKM lokal.
“Di program ini, seluruh usaha di Kota Tangerang itu dapat kita promosikan secara gratis. Mulai dari foto produk secara gratis, kita desainkan juga secara gratis, terus mereknya, lalu X-banner juga kita desainkan secara gratis, dan kita juga bikinkan video promosi secara gratis, dan dibantu publikasikan di website resmi Tangerang Kota, juga di Instagram Kota Tangerang secara gratis.,” ujar Ian Chavidz Rizqiullah saat ditemui langsung di ruang kerjanya pada Rabu (8/7/2026).
Menariknya, Ian menjelaskan, program ini berjalan tanpa menggunakan alokasi anggaran belanja baru pada APBD Kota Tangerang. Diskominfo memanfaatkan kompetensi internal dari tim teknis yang ada, seperti fotografer, videografer, editor, hingga desainer grafis untuk memproduksi materi promosi berkualitas premium bagi para pelaku usaha kecil.
“Kalau Tunas ini sebenarnya, kami kan punya tenaga ahli dan tenaga pendukung. Ada kameramain, desain grafis, dan yang lainnya, sehingga bisa dikatakan kita memanfaatkan sumber daya yang ada. Jadi tidak ada anggaran baru. Karena kita punya personel tadi—kameramain, desain grafis, editor video, dan yang lainnya—itulah yang kami manfaatkan agar lebih secara maksimal sehingga program ini muncul, gitu,” tambah Ian.
Berdasarkan data dari portal tangerangkota.go.id, program Tunas difasilitasi melalui kanal digital terintegrasi yang dapat diakses dengan mudah oleh para pengusaha mikro melalui tautan pendaftaran resmi. Hingga pertengahan tahun ini, program tersebut sudah mendampingi dan mempromosikan ratusan pelaku UMKM kuliner, fesyen, hingga kriya di Kota Tangerang.
Ian mencontohkan, salah satu pendampingan kepada usaha kuliner lokal ‘Sambal Bakar Om Ben’. Usaha yang awalnya dikelola menggunakan sarana logistik sederhana di pinggir jalan kini berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner populer pasca-konten publikasinya viral di media sosial resmi pemerintah kota.
“Ada banyak, cuma yang sangat berhasil itu Sambal Bakar Om Ben. Saat ini beliau sudah punya dua cabang, dan cabang terbesarnya di Lapangan Ahmad Yani (alun-alun). Waktu itu sebelum kami promosikan, beliau tuh masih gerobakan di pinggir jalan. Ketika kami bantu publikasikan, datang tim kami, bikin kontennya, alhamdulillah viewers-nya banyak waktu itu, langsung ramai tempatnya. Dan sekarang bisa dilihat, dari gerobakan sekarang sudah jadi besar tempatnya, dan sudah bikin cabang lagi. Ini salah satu yang berhasil. Terus juga ada juga kafe yang tadinya sepi, alhamdulillah setelah dipromosikan jadi ramai. Seperti itu,” papar Ian.
Melihat tingginya dampak positif ekonomi yang dihasilkan, Diskominfo Kota Tangerang mengundang seluruh pelaku UMKM, baik warga ber-KTP Kota Tangerang maupun pengusaha luar daerah yang memiliki lokasi operasional di Kota Tangerang, untuk memanfaatkan program fasilitasi publikasi gratis ini.
“Untuk warga Kota Tangerang yang punya usaha di Kota Tangerang, ataupun warga luar Kota Tangerang yang punya usaha di Kota Tangerang, ayo ikuti program Tunas! Sehingga teman-teman ini bisa dibantu oleh Kominfo Kota Tangerang secara gratis. Saya berharap, usaha teman-teman semua semakin meningkat, semakin terkenal, sehingga itu juga dapat berdampak ke kesejahteraan dari pengusahanya, kesejahteraan untuk pegawainya, dan peningkatan PAD untuk Kota Tangerang itu sendiri,” pungkasnya.
Penulis : Mg-Dwi Muksin Yulianto
Editor : TB Ahmad Fauzi
: